6 Penyakit yang Timbul Akibat Kurang Tidur, Nomor 6 Mengerikan

oleh -52 views

FAJAR HEALTH – Tidur yang berkualitas adalah hal yang esensial dan sangat dibutuhkan oleh tubuh. Seperti halnya fungsi tidur di malam hari yang berguna untuk meningkatkan kesehatan mental dan kondisi fisik.

Seperti sudah anda ketahui, jutaan proses terjadi pada tubuh disaat anda tertidur. Selain proses perbikan dan regenerasi kerusakan jaringan, tubuh anda juga akan menjalankan proses penyimpanan memori pada otak.

Jika anda memiliki kebiasaan tidur yang buruk, beberapa proses di atas tidak akan berjalan sebagaimana mestinya, termasuk memicu munculnya beberapa jenis penyakit.

Apa saja penyakit yang timbul dari kebiasaan tidur yang buruk, berikut seperti diambil dari Healthy Food and Home Remedies:

1. Penyakit kardiovaskuler
Menurut penelitian yang mengobservasi 657 pria Rusia berusia antara 25 hingga 64 tahun dalam kurun waktu 14 tahun terakhir, ditemukan bahwa 2/3 dari partisipan yang mengalami serangan jantung adalah mereka yang juga mengalami insomnia.

2. Ulcerative colitis
Para pakar dari Massachusetts General Hospital menunjukan bahwa tidur yang adalah salah satu perawatan yang esensial untuk mengatasi masalah inflamasi pada saluran pencernaan.

3. Obesitas dan diabetes.
Menurut penelitian yang dilakukan di University of Chicago, mereka yang tidur hanya 4 jam dalam 3 malam berturut-turut dapat mengalami kadar lemak dalam darah. Hal ini juga menyebabkan terjadinya resistensi insulin, yang merupakan gejala dari pre-diabetes.

4. Alzheimer
Menurut peneliti dari Johns Hopkins University, kurang tidur dapat menyebabkan peningkatan deposisi beta-amyloid yang merupakan tanda dari penyakit Alzheimer.

5. Kanker prostat
Kurang tidur juga dapat meningkatkan resiko terkena kanker prostat, seperti yang disebutkan dalam studi tahun 2013 yang dirilis pada jurnal Cancer Epidemiology. Resiko ini naik dua kali lipat pada pria yang tidak mampu mendapatkan tidur yang cukup.

6. Keinginan Bunuh diri
Menurut para peneliti dari Stanford University of Medicine, ada koneksi yang kuat antara insiden bunuh diri dengan kurang tidur, dan ini tidak ada hubungannya dengan latar belakang depresi yang dialami pelaku bunuh diri.

(ruf/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *