Jumlah Bentor Melebihi Ambang Batas

oleh -231 views

sulbarexpress.fajar.co.id, POLEWALI – Kepadatan jumlah kendaraan angkutan umum jenis becak motor (Bentor) di Polman dianggap melebihi ambang batas toleransi.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Polman Yusuf Djalaluddin mengatakan 200 unit bentor yang disepakati beroperasi di Kota Polewali kini jumlahnya sudah bertambah bahkan sudah memonopoli jalan-jalan utama.

“Berdasarkan data jumlah bentor telah melebihi batas toleransi yang kami tetapkan, ini jelas merugikan angkutan umum jenis pete-pete dan becak, apalagi bentor inikan tidak ada kontribusinya ke PAD, hanya modal SIM saja,” kata Yusuf.

Ia menambahkan, kepadatan bentor juga telah memenuhi area parkir di sejumlah pasar sehingga pendapatan asli daerah (PAD) dari parkir ikut berkurang.

“Coba lihat di Pasar Baru, banyak bentor mangkal di sana, bagaimana PAD parkir tidak berkurang,” ujar Yusuf.

Selain itu, kata Yusuf, karena alasan kemanusiaan beberapa kebijakan telah diberikan ke pengemudi bentor, yakni Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang larangan memodifikasi kendaraan penumpang untuk kepentingan umum, namun batas dan jalur khusus bentor yang sudah ditetapkan tak lagi dipatuhi.

“Kesepakatan yang kita bangun kemarin di DPRD tak diindahkan, seperti jalan yang tak boleh dilalui bentor telah dilanggar, berarti mereka tidak punya itikad, kalau persoalan perut okelah, tapi regulasi harus kita patuhi,” jelasnya.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Polman AKP Eduard Steffry Allank saat dihubungi via telepon selulernya menjelaskan sulit mendeteksi bentor yang terdaftar dan tidak terdaftar karena pihaknya belum menerima daftar bentor yang sudah teregister dari dinas terkait.

Sementara pengemudi bentor yang melewati jalur utama jalan poros provinsi diberi kebijakan jika memuat anak sekolah, tapi tidak bagi bentor yang memuat penumpang umum.

“Sukar mendeteksi mana bentor yang terdaftar karena tidak ada tembusan ke kami dari dinas terkait, kalau bentornya muat anak sekolah lewat jalur utama kita bijaki, tapi kita tindak kalau berpenumpang umum,” terangnya, Kamis 27 April.

Eduard menambahkan pihaknya tinggal menunggu koordinasi dari Dishubkominfo Polman untuk menertibkan bentor. “Kami pasti tindak jika melanggar peraturan, tinggal koordinasinya Dishubkominfo saja ke kami,” pinta Eduard.

Sementara itu, Anto salah seorang warga Polewali mengaku cemas melihat bentor mengangkut penumpang melebihi batas. “Masyarakat selaku pengguna transportasi yang dirugikan, apalagi pengemudinya tak terlatih juga, jumlah angkutannya yang melebihi kapasitas,” ungkapnya. (ali/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *