Ketimpangan Sulbar yang Kian Melebar

oleh -304 views

Ini menunjukkan belum tercipta pemerataan hasil pembangunan di Sulawesi Barat. Terlihat dari ukuran ketimpangan Bank Dunia, 50,96 persen hasil pembangunan di perkotaan Sulawesi Barat dinikmati oleh 20 persen penduduk terkaya, meningkat 11,57 persen dibanding Maret 2016. Kebijakan pemerintah sulbar dapat membantu memutus rantai ketimpangan antar-generasi dengan mengatasi penyebab ketimpangan.

Penyebab Ketimpangan

Meningkatnya pengangguran merupakan salah satu penyebab terjadinya ketimpangan, karena tidak adanya pendapatan yang diterima oleh masyarakat. BPS mencatat terjadi kenaikan tingkat pengangguran terbuka dari 2.33 persen di tahun 2013 menjadi 3.33 persen di tahun 2016.

Banyaknya investasi yang padat modal, misalnya investasi dalam sektor perdagangan seperti maraknya pasar modern (minimarket). Sebenarnya tidak dilarang tapi dibatasi jumlahnya. Investasi tersebut tidak mendorong masyarakat menjadi produktif tapi justru mengurangi pendapatan masyarakat, karena masyarakat kalah dalam penyediaan modal sehingga tidak mampu bersaing. BPS mencatat sempat terjadi penurunan jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor perdagangan di tahun 2015 sebesar 25 persen dibanding tahun sebelumnya.

Adanya konflik yang berkepanjangan di masyarakat dalam mengelola perkebunan. Baik itu pada harga maupun aset kepemilikan lahan, sehingga pendapatan masyarakat menurun.

Adanya bencana alam dan perubahan cuaca membuat masyarakat yang rentan miskin lebih terkena dampak, selain pendapatan yang menurun juga berimbas pada kesehatan mereka sehingga menurunkan kemampuan mereka untuk memperoleh pendapatan.

Adanya ketimpangan pasar kerja, berdasarkan data BPS, 70 persen tenaga kerja di Sulbar adalah pekerja informal yang produktivitasnya rendah dan pendapatannya kecil, dan 45 persen dari tenaga kerja informal adalah tenaga kerja rentan (mudah pindah atau berhenti). Sementara pekerja dengan keterampilan tinggi menerima gaji yang lebih besar. Faktor tingkat pendidikan juga memengaruhi terjadinya ketimpangan, 60 persen penduduk Sulbar yang bekerja hanyalah lulusan SD.

Akibat ketimpangan yang melebar akan timbul gesekan sosial di masyarakat. Seperti munculnya aksi demo penolakan masyarakat terhadap ketimpangan. Hal ini akan membuat suasana untuk melaksanakan pembangunan menjadi tidak kondusif. Masyarakat membutuhkan kesetaraan peluang untuk berusaha/bekerja dan perlindungan sosial dari pemerintah. Kebijakan pemerintah daerah sangat diperlukan untuk mengatasi penyebab ketimpangan ini. Tulisan ini tidak mewakili lembaga. Penulis bekerja di BPS Provinsi Sulawesi Barat.

2 of 2Next



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *