Dialog PT Tascano dan Petani Sawit, Sepakat Saling Menguntungkan

oleh -208 views

sulbarexpress.fajar.co.id, PASANGKAYU – PT Tascano Indah Pratama terus menggalakkan dialog dengan para suplayer dan petani sawit di Kabupaten Mamuju Utara (Matra). Kegiatan ini bertujuan untuk mempermantap prosedur dan mekanisme kerjasama sekaligus membahas soal suplai bahan baku industri pabrik kelapa sawit yang akan beroperasi, Jumat 5 Mei besok.

Dialog yang dihadiri puluhan petani sawit dari Mamuju Tengah (Mateng), Donggala Sulteng, dan Matra dilaksanakan perusahaan kelapa sawit PT Tascano Indah Pratama di Kecamatan Bambalamotu, Senin 1 Mei.

Direktur PT Tascano Indah Pratama, Hj Wahida Laomo mengatakan, perusahaan yang telah dirintis sejak tahun 2011 lalu, kini siap dioperasikan. Dalam mendukung bahan baku berupa tandan buah segar (TBS) tentunya sangat bergantung kepada petani sawit. Menurutnya, perusahaan ini murni pabrik dan tidak memiliki kebun inti seperti sebagian perusahaan sawit lainnya yang ada di Matra.

“Pabrik rencananya kita lakukan pemanasan mesin yang dimulai Jumat ini, sehingga sudah dibutuhkan suplai bahan baku berupa TBS dari petani sawit sekaligus membahas langkah-langkah kerjasama yang saling menguntungkan kedua pihak,” jelas pengusaha wanita asal Sidrap ini.

Tak hanya itu, wanita yang dikenal bicara apa adanya itu juga membeberkan, hadirnya PT Tascano di Matra, selain memberdayakan masyarakat lokal sebagai karyawan perusahaan juga buah sawit petani akan di beli secara layak dan patut sebagaimana ditetapkan pemerintah. Bahkan, kata dia, agar petani sawit Matra tidak ketinggalan informasi masalah harga, perusahaan akan meng-update setiap hari harga TBS kepada petani.

“Iya, kita akan sampai setiap hari informasi harga sawit kepada petani, karena ini sangat penting sebagai bentuk transparansi. Petani sangat perlu informasi soal harga, yang selama ini perusahaan lain tidak lakukan,” bebernya.

Menariknya lagi, pertemuan tersebut sempat membahas soal proses hasil dan menyortiran buah, hasil sortir tersebut tentunya akan melahirkan klasifikasi buah yang baik dan tidak baik. Buah yang tidak baik ini tentunya sangat merugikan petani sawit lantaran buahnya tidak memiliki harga. Namun Tascano Indah Pratama bertekat akan tetap memberikan harga sehingga petani tidak merugi.

“Selama ini buah mengkal dan busuk milik petani kan tidak dihargai, tetapi kita akan tetap memberikan harga sebagai bentuk penghargaan kita kepada petani asalkan kita sepakat untuk saling menguntungkan,” terangnya.

Menjawab ada selentingan informasi yang berkembang di luar perusahaan, bahwa pihak Tascano Indah Pratama akan melakukan pembelian sawit milik petani seharga Rp3 juta per pohon, Wahida menapik informasi tersebut. Ia menegaskan informasi tersebut tidak benar.

Perusahaan kata Wahida tidak pernah sekalipun mengeluarkan informasi tersebut. Jika informasi itu ada, berarti ada pihak luar yang tidak ingin bersaing secara sehat. (ndi/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *