Kebebasan Intelektual

oleh -28 views

MENULIS dan membaca merupakan dua mata rantai yang melahirkan setiap inspirasi. Sebuah inspirasi akan menguatkan ide/gagasan untuk berkarya tanpa mengenal tempat, ruang, waktu dan kondisi apapun. Karena disanalah akal menyelesaikan berbagai masalah serta beragam hikmah dan petunjuk yang terbingkai di dalamnya.

Oleh : M. Sahlan

Di era sekarang ini, problematika hidup begitu dahsyat, dimulai dari lingkungan tempat bekerja, keluarga, sosial budaya, pendidikan, ekonomi, politik serta era tekhologi informasi yang begitu pesat, sehingga terkadang kita terjebak dalam kata-kata, retorika atau realita kehidupan bahkan sangat menarik disimak gejala ini, ” kebebasan kita dalam beragumentasi dan menafsirkan sesuatu sesuai kehendak kita “.

Gusdur semasa hidupnya dan caknun pernah mengatakan, ” sekarang dunia intelektual kita sedang mengalami krisis, bahkan ada yang mengatakan, ” dunia intelektual kita sedang di landa musim kemarau, tidak dapat lagi melahirkan pemikiran-pemikiran alternatif yang dapat memberikan kesegaran bagi kehidupan politik dan kebudayaan kita ”

Maka lewat tulisan inspirasi ini saya ingin mengajak para penulis dan pembaca untuk mengemukakan pendapat yang agak berbeda, bahwa dunia intelektual kita sudah cukup produktif dan banyak menyumbangkan sejumlah pemikiran-pemikiran alternatif. Pertanyaannya, ” benarkah kebebasan intelektual kita hanya untuk membangun kata-kata ? Bukan realitas……antara retorika dan realitas, atau antara pernyataan dan kenyataan…….? Mungkin inilah termasuk kategori ” inspirasi ” yang perlu kita bedah secara  ” gotong royong “…..sepakat atau tidak……Wallahu a’lam.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *