Antisipasi Banjir, Pemkab Segera Revitalisasi Sungai Pasangkayu

oleh -93 views

sulbarexpress.fajar.co.id, PASANGKAYU – Pemerintah Kabupaten Mamuju Utara (Matra) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan pertemuan konsultasi masyarakat (PKM-1), akhir pekan kemarin.

Pertemuan terbatas dalam rangka membahas rencana revitalisasi sungai Kota Pasangkayu itu melibatkan OPD terkait, pemerintah kecamatan, kelurahan Pasangkayu, Desa Ako, dan para tokoh masyarakat setempat, digelar di Aula Hotel Devonder.

Kepala Dinas PUPR Matra, Budiyansa menyebutkan, salah satu cara untuk mengantisipasi banjir dalam kota Pasangkayu adalah merevitalisasi sungai Pasangkayu. Dengan rencana pembangunan akan dikerjakan sepanjang 7 kilometer, dengan begitu tidak sedikit persoalan teknis yang sifatnya harus diselesaiakan melalui musyawarah mufakat dengan tokoh masyarakat.

“Jadi kedepannya panjang revitalisasi sungai kota Pasangkayu ini sepanjang 7 kilometer. Maka ini yang perlu didiskusikan, sehingga tidak ada lagi problem dibelakangnya,” ungkap Budiyansa.

Ia menyakini, soal pembebasan lahan terhadap warga pemilik lahan akan diselesaikan sesegera mungkin. Tentu sesuai persetujuan dan prosedur yang berlaku.

“Soal pembebasan lahan pihak PUPR sudah membicarakan itu, dan akan dilakukan penyelesaiannya segera sebelum pembangunan revitalisasi sungai dilakukan,” terang Budiyansa.

Terkait petani yang selama ini menggunakan sungai Pasangkayu, seperti petani sawah dan empang. Ia meyakini, selama sungai Pasangkayu terevitalisasi dengan baik, air daerah sungai Pasangkayu tetap bisa digunakan masarakat petani yang ada di sekitanya.

“Dampak atau kemungkinan seperti yang dikhawatirkan oleh masyarakat kami sudah tahu dan harus terantisipasi dengan baik. Sebab tujuan pemerintah sangat jelas, karena revitalisasi sungai tujuannya untuk melakukan penataan kota dengan baik. Sehingga ketika musim hujan tiba, maka kota Pasangkayu dampaknya tidak lagi banjir atapun tergenang air. Ini juga salah satu permintaan pak bupati, maunya kota Pasangkayu tidak banjir lagi tiap musim hujan tiba, ya, solusinya dengan revitalisasi ini,” jelasnya.

Sementara itu, Team Leader PT Vertikal Horizon ENG, Hermawan, sebagai pelaksana kegiatan revitalisasi sungai Pasangkayu, secara teknis menyampaikan, secara umum kondisi topografi daerah aliran sungai Pasangkayu yakni berbukit-bukit cembung dengan bentuk permukaan dari datar, bergelombang, dan berbukit. Maka strategi aliran sungai ini memiliki pola yang unik,
dengan sistem drainase yang kompleks.

“Sehingga kondisi seperti itu mempermudah kegiatan revitalisasi sungai kedepannya,” ujarnya.

Hermawan menambahkan, pada bagian hulu dijumpai daerah dengan kemiringan lerengnya cukup curam. Kata dia, sungai Pasangkayu mulai dari hulu ke hilir adalah berkelok-kelok, apalagi bagian utama sungai hingga masuk ke tengah anak sungainya menyatu.

Kondisi tersebut, penyerapan air di dalam tanah bisa meresap dan tak akan pernah alami kekeringan. Sementara sistem drainase aliran sungai memakai pola aliran sungai sistem menyebar, terutama bagian hulu.

“Hal ini membuktikan kita keadaan sungai Pasangkayu ini sebagian besar masih berupa hutan asli, yang memberikan angka herapan tinggi dan begitu cocok dilakukan penataan,” paparnya. (ndi/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *