Peserta PIFAF Tanam Manggrove di Mampie

oleh -177 views

sulbarexpress.fajar.co.id, POLMAN – Rombongan peserta PIFAF dari delegasi peserta organisasi CIOFF dan AIESEC melakukan agenda penanaman mangrove dan pelepasan tukik di kawasan wisata pantai Mampie, Desa Galeso Kecamatan Wonomulyo, Rabu 2 Agustus.

Sekira 500 bibit tanaman pohon mangrove ditancapkan di bibir pantai kawasan itu. Selain menanam mangrove, para turis asing itu juga berkesempatan melepas 100 ekor bayi penyu atau tukik ke pantai.

Ketua Panitia PIFAF, Mustari Mula mengatakan, ada tiga agenda kegiatan yang dilakukan pada kesempatan kunjungan para peserta PIFAF di Mampie. Selain penanaman mangrove dan pelepasan tukik, wisatawan juga diajak untuk menikmati permainan tradisional masyarakat Mandar ‘maggasing’ dan dilanjutkan gathering wisata pantai.

“Kami mengajak mereka untuk melihat dan merasakan permainan tradisional masyarakat sekaligus berwisata melihat keindahan panorama pantai,” tuturnya.

Mustari juga mengajak masyarakat untuk dapat menerima para tamu dengan baik dan terbuka. Pada kawasan pantai, Mustari meminta untuk tidak mendekat dan memotret karena beberapa kegiatan turis ada yang bersifat privasi terutama dari negara Eropa.

“Kami harap masyarakat dapat menerima tamu kita secara terbuka. Jangan ada yang memotret dan mengupload foto ke media sosial karena dapat dituntut hukum perlindungan IT,” kata Mustari.

Sementara ketua sahabat penyu, Yusri, mengatakan penanaman mangrove dan pelepasan tukik merupakan salah satu kegiatan yang diagendakan panitia. Tujuannya, kata dia, untuk memperlihatkan bagaimana masyarakat tetap menjaga dan melestarikan alam terutama habitat lingkungan dan hewan langka seperti penyu.

Ia berharap pemerintah dapat membantu dalam sosialisasi pelestarian penyu dengan tidak memperjualbelikan telurnya. “Setidaknya membantu penangkarannya. Karena penyu Polman ini sudah go internasional melalui jaringan WWF,” tandasnya.

Camat Wonomulyo, Umbar, yang ditemui mengatakan, sangat bangga akan kedatangan para turis di kawasan wisata Mampie. Ia berharap daerahnya tersebut dapat lebih dikenal dan menjadi daerah tujuan wisata.

“Kedepan kami akan membenahi beberapa daerah kawasan wisata seperti dua kawasan pantai Nepo dan Mampie agar lebih indah dan menarik dikunjungi wisatawan,” ujarnya.

Salah satu wisatawan peserta dari negara Slovakia, Roberta (21) juga mengaku sangat senang berada di Polman. Selain karena masyarakat yang ramah, kawasan wisata pantai juga dinilainya menarik karena di negaranya tidak memiliki laut.

“Saya suka berada di sini, masyarakat ramah dan pemandangan laut indah, beda dengan negara saya,” ungkapnya dalam bahasa Inggris. (ali/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *