5 Langsung Bebas, 364 Napi Dapat Remisi

oleh -243 views

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Momentum hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 tahun memberi berkah bagi 364 warga binaan lembaga pemasyarakatan se-Sulbar. Mereka mendapatkan persetujuan remisi pada 17 Agustus nanti.

Kepala Divisi Pemasyarkatan Kanwil Kemenkum-HAM Sulbar, Farid Junaedi mengutarakan, remisi atau pengurangan hukuman tahanan itu diharapkan sebagai motivasi bagi warga binaan terkait.

“Sehingga tindakan atau perbuatan yang melanggar hukum tidak mereka lakukan lagi. Sehingga kita melakukan kebijakan berdasarkan prosedur yang ada,” kata Farid, Kamis 10 Agustus.

“Agar bisa lebih baik dan kedepannya perlakuan baik ini akan terus dipertimbangkan dalam hal pengurangan masa hukuman dalam lembaga pemasyarakatan,” ucap Farid.

Ia juga menambahkan bahwa besaran remisi yang didapat para warga binaan berbeda-beda. Dari 364 napi yang mendapat remisi, lima diantaranya langsung bebas.

“Napi yang mendapat kebebasan terdiri dari satu orang di Lapas IIB Polman, dua orang di Rutan IIB Mamuju, satu orang di Rutan IIB Majene, dan satu orang Rutan II Pasangkayu,” tambahnya.

Sedangkan, Kasubid Registrasi dan Infocom Kanwil Kanwil Kemenkum HAM Sulbar, Asni Najamuddin menyampaikan bahwa pemberian remisi berdasarkan peraturan Menkum HAM RI Nomor 21Tahun 2013 mengenai tata cara pemberian remisi, cuti, mengunjungi keluarga, dan bebas besyarat kepada warga Lembaga Pemasyarakatan (LP) dan Rumah Tahanan.

“Adapun persyaratan pemberian remisi didasarkan pada penilaian admisitratif dan substantif. Sehingga ini sudah melalui prosedur yang berlaku,” tuturnya.

“Administratif salah satunya ditandai dengan adanya surat berkelakuan baik. Sedangkan substantif, didukung dengan melihat perilaku tahanan selama pembinaan dalam tahanan,” ungkap Asni.

Selain itu, Asni juga menambahkan bagi tahan yang mendapat remisi tahun sebelumnya secara otomatis mendapatkan tahun ini. Tetapi remisi itu bisa saja dicabut jika mereka (warga binaan) melakukan pelanggaran tata tertib dalam rumah tahanan atau LP.

“Seperti melakukan perkelahian atau menggunakan narkoba. Itu bisa kita cabut bebas bersyaratnya. Begitu juga bagi yang melakukan pelarian,” tandasnya. (hab/sol)

 



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *