Kejari: Hati-hati Gunakan Dana Desa

oleh -130 views

MAMUJU, sulbarexpress.fajar.co.id — Banyaknya anggaran untuk desa yang disalurkan oleh pemerintah pusat dan daerah menjadi celah dalam melalukan praktik korupsi. Olehnya sebagai langkah pencegahan pihak Kejaksaan Negeri Mamuju mengumpulkan aparat desa.

Bertempat di aula lantai 3 kantor Bupati Mamuju, 88 kepala desa yang ada di Kabupaten Mamuju berkumpul untuk mendengar sosialisasi dan pemaparan singkat oleh tim pengawalan, pengamanan pemerintahan dan pembangunan daerah (TP4D) mengenai pengawalan dana desa.

Kepala Kejaksaan Negeri Mamuju, Andi Muhammad Hamka mengungkapkan kurangnya pemahaman dan kekeliruan dalam penggunaan dana desa masih sering terjadi. Ia berharap setelah kegiatan tersebut dilangsungkan dapat menjadi pemahaman bagi para kepala desa agar lebih hati-hati dalam menggunakan dana tersebut.

“Kita berharap dengan adanya kegiatan ini dapat mengantisipasi hal semacam itu, juga agar tidak ada lagi kepala desa yang masuk penjara dikarenakan dana desa,” ucap Hamka.

Ia juga mengungkapkan bahwa selama ini, khususnya di Mamuju para aparatur dan kepala desa belum memanfaatkan keberadaan BPMD sebagai mitra pemerintahan desa dalam menjalankan seluruh program desa yang ada.

“Keberadaan BPMD masih kurang dimanfaatkan oleh para kepala desa, padahal BPMD adalah mitra kepala desa dalam menjalankan pemerintahan di desa,” tambah Hamka.

Wakil Bupati Mamuju, Irwan SP Pababari yang hadir membuka kegiatan tersebut juga menyampaikan hal senada. Irwan juga menekankan akan bahaya penggunaan dana desa yang sering disalah gunakan oleh segelintir pejabat desa yang masih kurang paham akan keberadaan anggaran tersebut.

Namun irwan menegaskan bahwa peringatan akan bahaya dana desa tersebut jangan terlalu didramatisir sehingga menimbulkan ketakutan dan menghambat daya kreativitas para kepala desa dalam memanfaatkan anggaran pembangunan.

“Saya pribadi tidak setuju jika peringatan dalam pengelolaan dana desa ini menimbulkan dampak psikologis seperti rasa ketakutan, cemas dan trauma kepada para kepala desa sehingga mengurangi daya kreativitas para kepala desa dalam memanfaatkan anggaran ini,” tegas Irwan Pababari.

Ia juga memotivasi seluruh kepala desa yang hadir untuk tidak takut dalam mengelola anggaran tersebut selama sesuai koridor hukum dan transparan.

“Tidak perlu takut dalam menggelola dana desa, selama tidak bertentangan dengan hukum dan sesuai dengan tupoksi penggunaannya dan juga transparan. Kemudian bertujuan meningkatkan pembangunan di desa, silahkan,” tandas Irwan Pababari. (bal/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *