81 Warga Terjaring Operasi Yustisi

oleh -144 views

POLEWALI, sulbarexpress.fajar.co.id – Aparat gabungan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Polman, Satpol PP, Kejari dan Polres Polman berhasil menjaring 81 warga tanpa membawa KTP dalam operasi yustisi yang digelar di depan kantor DPRD Polman, Selasa 29 Agustus.

81 penduduk yang tidak bisa menunjukkan kartu identitas ini dua orang diantaranya adalah pegawai negeri sipil( PNS) mereka kemudian digiring ke ruang aula kantor BKDD Polman untuk disidang dan dikenakan denda Rp30 ribu.

Kasi Pidum Kejari Polman, Sugiharto, mengatakan bahwa operasi yustisi sengaja digelar untuk mengantisipasi adanya penduduk liar yang datang ke Polman tanpa identitas lengkap sehingga dapat menimbulkan kerawanan sosial.” dari 81 warga yang terjaring operasi yustisi ada dua orang berprofesi PNS, satu bekerja di Kecamatan Bulo dan satunya lagi bekerja di Kecamatan Tapango,” kata Sugiharto.

“Operasi yustisi juga kita lakukan untuk mengontrol jumlah penduduk, sehingga tidak ada yang terlewatkan data yang ada di dinas kependudukan dan catatan sipil polman,” ucap Sugiharto.

Andi salah seorang warga Polewali yang terjaring operasi yustisi mengeluh lantaran tetangganya yang telah terjaring justru tiba tiba menghilang tanpa disidang,” saya tidak bilang dia dilepas, tapi saya pertanyakan kenapa dia langsung hilang dibelakang tanpa mengikuti sidang, padahal kita sama sama kena razia, apalagi ibu itu saya kenal,” kesalnya

Sementara itu, Anwar Latif warga Kelurahan Lantora yang terjaring operasi yustisi mengatakan dirinya di razia saat hendak ke pasar sentral membeli popok bayi untuk anaknya,” karena memang mau ke pasar belanja jadi saya tidak bawa KTP, makanya hanya naik motor, karena semua dokumen identitas saya simpan di mobil,” ungkapnya.

Ia berharap sebelum operasi yustisi digelar dilakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat. ” seharusnya ada sosialisasi dulu mulai dari tingkat kecamatan sampai kelurahan,” jelasnya

Aksan Amrullah Kepala Satpol PP Polman, saat dikonfirmasi mengenai adanya warga yang terjaring operasi yustisi tapi tidak disidang menjelaskan tidak satupun warga yang sudah terjaring bisa lepas begitu saja karena datanya sudah tersimpan,” iya, itu ibu tidak melarikan diri, tapi dia keluar ruangan karena mau buang air besar( BAB ), jadi kami akan panggil dia kembali,” kilahnya. (ali/hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *