SMP Negeri 1 Lariang Janji Setop Pungli

oleh -24 views
????????????????????????????????????

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Jajaran Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sulawesi Barat menemukan sejumlah fakta jika pihak SMP Negeri 1 Lariang terbukti melakukan praktik pungutan kepada siswa.

Ini setelah melakukan proses tindaklanjut atas pengaduan masyarakat terkait dugaan pungutan pengambilan ijazah alumni SMP Negeri 1 lariang, Mamuju Utara.

Fakta ini diperkuat dengan pengakuan sejumlah korban dan keterangan yang disampaikan oleh kepala SMP Negeri 1 Lariang saat menjalani proses klarifikasi di kantor Ombudsman RI Sulbar.

Menindaklanjuti aduan tersebut, jajaran Ombudsman meminta pihak SMP Negeri 1 Lariang segera melakukan proses pengembalian.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sulbar Lukman Umar menegaskan berdasarkan keterangan sejumlah pihak baik pelapor dan terlapor, Tim Ombudsman RI Sulbar menyimpulkan bahwa penarikan dana pengambilan Ijazah dan uang praktek tata boga senilai Rp 250.000 per-siswa tidak memiliki dasar hukum.

Sehingga dikategorikan sebagai praktek pungutan liar atau pungli. Ombudsman menyarankan pihak SMP Negeri 1 Lariang tidak mengulang praktek tersebut dan mendata kembali siswa yang terlanjur melakukan pembayaran untuk proses pengembalian.

“Kami sarankan pihak SMP Negeri 1 Lariang melakukan pendataan ulang kepada semua alumninya yang terlanjur membayar dan melakukan pengembalian dana pungutan pengambilan ijazah tersebut,” tegas Lukman di kantornya.

Berdasarkan keterangan kepala SMP Negeri 1 Lariang, proses pungutan yang dilakukan berdasarkan kesepakatan yang sepenuhnya tidak disepakati oleh semua orang tua siswa dan pihak SMP Lariang bersedia melakukan pengembalian.

Bahkan secara tegas, melalui surat pernyataan yang ditanda tangani kepala SMP Negeri 1 Lariang, berkomitmen dan berjanji dan memastikan bahwa kasus serupa tidak akan terulang kembali di SMP Negeri 1 Lariang. (hms/sol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *