Misteri Dibalik Pembunuhan Mantan Kades Botteng

oleh -74 views

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMASA – Setahun berlalu, kasus pembunuhan mantan Kepala Desa Botteng, Kecamatan Mehalaan, Almarhum Ahmad Taslim masih menyisahkan misteri, siapa sebenarnya dibalik pembunuhan sadis ini.

Pembunuhan sadis ini berawal saat korban usai menghadiri acara lamaran disalah satu dusun, di Desa Botteng. Saat itu, jumat, (20/5/2016), diperkirakan sekitar pukul 01 dini hari itu, di tengah perjalanan yang tak terlalu jauh dari dusun yang ia tinggali tepatnya di Dusun Botteng. Korban diduga dihadang pelaku yang hingga kini belum terungkap siapa gerangan yang tega merenggut nyawah kakek 57 tahun ini.

Sekitar pukul 6:30 pagi itu, korban ditemukan tergeletak di jalan poros antara Dusun Salubiru dan Dusun Botteng. Korban ditemukan dalam keadaan tak sadar berlumuran darah yang keluar dari mulut dan kepala korban.

Awalnya pihak keluarga mengira korban hanya mengalami kecelakaan tunggal saja, namun berbagai kejanggalan yang ditemukan di tubuh korban, hingga mengundang pertanyaan.

“Waktu itu kami mengira hanya kecelekaan lalulintas saja,” kata Wahyu anak korban, saat ditemui, Jumat (10/11/2017).

Menurut Wahyu, korban pertama kali ditemukan seorang warga Dusun Lembang yakni Sultan alias Papa Nassu’ di sungai Lembang dengan kondisi tak berdaya.

Selanjutnya kata Wahyu, sesuai pengakuan warga yang menemukan korban, sepeda motor yang korban gunakan dalam keadaan posisi standar samping tanpa ada yang rusak parah. Sementara sendal yang dikenakan, ditemukan diatas jembatan, sedangkan kopia miliknya ditaruh diatas keranjang motor dengan posisi dijepit.

“Kejanggalan yang lain yang kami temukan, ternyata gigi almarhum bapak saya habis tercabut tanpa ada tanda tanda benturan dibagian bibir, tetapi anehnya, lidahnya itu terpotong,” kata Wahyu lagi.

Untuk mendapatkan pertolongan pertama, selanjutnya korban dibawa ke rumah bidan terdekat yang diketahui bernama Nasra. Guna mendapatkan perawatan yang intensif, korban akhirnya dilarikan ke rumah sakit (RS) Kondo Sapata Mamasa.

Namun pihak rumah sakit langsung merujuknya ke RS umum Polewali Mandar. Hal serupa dilakukan pihak RS Polewali Mandar sebab korban tak dirawat inap, tetapi juga merujuknya ke RS Wahidin Makassar.

Tepat 22 Mei 2016, Ahmad Taslim menghembuskan nafas terakhirnya di RS Wahidin Makassar. Selanjutnya, jenazah korban dipulangkan dan disemayamkan di kediamannya, di Desa Botteng Dusun Kata-kata pada tanggal 23 Mei 2016.

Setelah dimakamkan sejumlah keluarga tak puas atas meninggalnya Ahmad Taslim dengan berbagai kejanggalan yang tidak masuk diakal. Maka keluarga korbanpun memutuskan untuk melaporkan kejadian ini Polsek Mambi.

“Polsek Mambi kurang merespon laporan kami, dan pada akhirnya laporan ini diteruskan ke Polres Mamasa,” ujar Wahyu

Setelah dilaporkan, ke Polres Mamasa melakukan penyelidikan, dan meminta untuk dilakukan otopsi. Akhirnya pada tanggal 02 September 2016 dilakukan otopsi. Dari hasil otopsi ahli porensik Polda Sulsel, ditemukan indikasi penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Setelah diotopsi, Kasat Reskrim Polres Mamasa saat itu masih dijabat Syamsuriansyah, kepada keluarga mengakui penyebab meninggalnya bapak saya karena adanya indikasi penganiayaan,” ungkap Sirwan anak almarhum.

Meski telah dilakukan otopsi, namun kasus ini tak berujung pada proses pengungkapan siapa dibalik otak pembunuhan sadis ini. Kelurga korban sempat meminta pihak penyidik untuk memperlihatkan hasil otopsi, namun pihak Polres Mamasa menolak untuk memperlihatkan.

Sejak tahun 2016 pasca kasus ini, terhitung telah sebanyak empat kali pergantian Pimpinan Polres Mamasa, namun kasus ini tak kunjung terungkap. Entah apa motif dibalik lambatnya kasus ini terungkap. Yang jelas pihak kelurga berharap agar kasus yang memilukan ini segera dituntaskan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal, Polres Mamasa, AKP. Yan Kasmariyanto saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, pihaknya sudah mengambil alih kasus tersebut, dan ia mengaku akan memprioritaskan kasus itu.

“Kami akan bentuk satu tim yang khusus menangani kasus ini,” katanya.

Menurut Yan, progres terakhir dari kasus ini setelah diambil alih, ia telah memeriksa sejumlah saksi baru,

“Kami sudah memeriksa empat saksi baru. Paling tidak, keterangan saksi ini memberikan titik terang dalam pengungkapannya,” akunya.

Selain itu, Yan menegaskan, dalam bulan ini pihaknya menargetkan akan ada titik terang sebagai proses pengungkapan kasus ini. (mg1/smd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *