LBH : Sewa Randis Tidak Efisien

oleh -147 views

sulbarexpress.fajar.co.id, POLEWALI – Pemkab Polman Kembali menganggarkan penyewaan 22 unit kendaraan dinas (Randis) bermerek Toyota Avanza tahun 2017 sebesar Rp.1.974.720.000.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Andi Zainal mengatakan jasa sewa randis sebanyak 22 unit diperuntukkan sebagai kendaraan operasional bagi para Kepala Dinas maupun Kepala Bidang di lingkup sekretariat daerah selama satu tahun.

“Pemenang tender jasa sewa randis ini adalah CV. Binanga, dengan besaran anggaran Rp. 1.974.720.000.- selama 12 bulan,” kata Zainal, Kamis 16 November.

Ia menambahkan harga jasa sewa randis ini perbulan per satu unit sebelum kena pajak 10 persen sebesar Rp 7.480.000, lalu harga sewa randis perbulan per unit setelah kena pajak yakni Rp. 6.800.000.

“Karena ada pajak 10 persen totalnya Rp 1.795.200.000 atau harga satuan per bulan Rp 6.800.000,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Bantuan Hukum( LBH ) Sulbar Abdul Kadir menyampaikan pengadaan jasa sewa randis yang dilakukan Pemkab Polman tidak efisien karena tidak masuk dalam aset daerah, menurutnya harga jasa sewa randis lebih ekonomis bila dilakukan dengan cara pengadaan atau membeli randis tersebut.

“Ini bukan kali pertama dilakukan sewa randis, hampir tiap tahun, dari sisi efisiensi jauh lebih baik kalau pengadaan, saya anggap sewa randis tidak efisien,” tuturnya.

Lanjutnya, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perlu melakukan audit jika sekiranya itu menimbulkan potensi kerugian negara karena sewa randis sudah beberapa kali terjadi dan hanya menguntungkan rekanan.

“BPKP harus turun melakukan audit keuangan, kenapa mesti sewa randis,” ungkap Abdul Kadir.

Abdul Kadir juga menyampaikan Pemkab Polman juga diminta memperhatikan kemana randis yang sebelumnya dipakai oleh pejabat lama, pasalnya dikhawatirkan bila pindah jabatan atau pensiun randisnya juga ikut dibawa.

“Kita pertanyakan berdasarkan data Samsat 1000 lebih randis Polman yang mati pajak, loh kok bisa kemana anggarannya, yang paling fatal kalau terindikasi ada dugaan korupsi,” tandasnya. (ali/hab)

 



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *