Serapan DAK Tertinggi, Mamasa Dapat Penghargaan

oleh -103 views

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMASA – Kabupaten Mamasa tidak sekedar dua kali berturut-turut mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Daerah destinasi wisata di Sulbar ini juga dinyatakan salah satu kabupaten di Sulawesi Barat (Sulbar) yang tertinggi daya serap penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dan dana desa (DD) tahun anggaran (TA) 2017.

DAK fisik Kabupaten Mamasa 2017, sebesar Rp138,7 miliar dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur jalan sebanyak 60 persen atau sekitar Rp 83,2 milliar. Hingga 10 November 2017 anggaran yang sudah tersalur sebesar Rp 110 miliar atau sekitar 80 persen.

Capaian penyusunan laporan keuangan pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Mamasa tahun 2016 meraih opini WTP. Hal itu menandakan Pemda Mamasa telah patuh pada standar akutansi pemerintah yang menjadi acuan dalam pengelolaan keuangan daerah, yang telah diaudit oleh BPK.

Demikian diungkapkan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Barat, Saiful Islam saat memaparkan perkembangan penyaluran DAK fisik dan DD Kabupaten Mamasa tahun anggaran 2017 di ruang kerja Bupati Mamasa kemarin.

“Dari Rp138,7 miliar anggaran yang dialokasikan ke Mamasa, per 31 Agustus sekitar Rp 136 miliar yang sudah dikontarakkan dan masih tersisa sekitar Rp2 miliar yang belum terserap. Namun capaian daya serap anggaran ini adalah yang tertingga se-Sulbar,” katanya, Kamis 16 Oktober.

Saiful lanjut mengatakan, awal tahun 2017 DAK fisik tambahan tahun 2016 sebesar Rp. 9,539.443.000. Anggaran tersebut sudah di transfer ke kas daerah (Kasda) Kabupaten Mamasa, digunakan untuk membiayai kegiatan yang belum terbiayaai atau yang masih terutang.

“Untuk tahun anggaran2018, Mamasa akan mendapatkan alokasi transfer dana ke daerah sebanyak Rp881,5 miliar,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Mamasa Ramlan Badawi menerangkan, untuk 2018, Mamasa mengalami penurunan DAK kurang lebih 30 persen. Pemerintah daerah katanya sudah berupaya semaksimal mungkin, tetapi bahkan untuk DAU, juga mengalami penurunan sekitar Rp6 miliar.

“Kita ada penurunan alokasi untuk sektor jalan, tapi patut disyukuri karena mengalami kenaikan untuk sektor irigasi. Mudah-mudahan tahun depan kita WTP lagi,” terangnya.

Meski demikian, Ia optimis akan berupaya memaksimalkan anggaran yang tersedia tersebut, agar tidak mengganggu pelayanan pelayanan dasar masyarakat khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi rakyat, dan sektor lain yang sangat penting bagi masyarakat.

Pada pertemuan itupula, melalui Kepala Wilayah Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Barat, Menteri Keuangan menyerahkan piagam penghargaan kepada Pemda Mamasa atas diraihnya WTP sebanyak dua kali berturut-turut. Selain itu, juga dilaksanakan penandatanganan MoU yang dilakukan Polres Mamasa dan Kejari Mamasa untuk melakukan pengawasan terhadap penggunaan DD (mg1/smd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *