Perkuat Data Statistik, Pertumbuhan Ekonomi Diharapkan Bisa Berkembang

oleh -138 views
sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Pertumbuhan ekonomi Sulbar yang masih relatif melambat kenaikannya pada tahun 2017 menjadi salah satu catatan akhir tahun BPS Sulbar.
Sehingga, BPS Sulbar melaksanakan evaluasi akhir tahun 2017 sekaligus membahas program pencanangan pada tahun 2018 di Hotel D’Maleo, Kamis 7 Desember.
Wagub Sulbar Enny Anggraeni Anwar mengatakan Data yang dimiliki BPS akurat, sehingga pemprov akan menjadikan patokan untuk perbaikan sistem pemerintahan yang akan dijalanakn pada tahun 2018.
“BPS itu punya data yang sangat akurat, sehingga perlu kita menyamakan persepsi baik itu Pemprov maupun Pemkab, agar meningkatkan edukasi dan pemahaman tentang data sektoral,” kata Enny.
Ia menambahkan pertumbuhan ekonomi Sulbar yang akan didorong terus melalui program-program Pemprov yang sudah dicanangkan dan tentunya data BPS akan menjadi patokan utama keberhasilan pertumbuhan ekonomi di Sulbar.
“Yang perlu dibenahi ekonomi masyarakat. Saat ini masih sektor pertanian yang dominan bagus dalam pertumbuhan ekonomi kita, dimana sudah mencapai 40 persen dan masih bisah diangkat lagi sampai 60 persen,” tambahnya.
Kepala BPS Sulbar Suntono menyampaikan evaluasi program akhir tahun oleh BPS, karena ingin lebih meningkatkan lagi kinerjanya dalam mengelola data.
“Data yang kita miliki sudah standar nasional, sehingga evaluasi program tahunan kita lakukan karena kita ingin lebih dekat lagi dengan pemerintah,” ungkap Suntono.
Lanjutnya, Statistik mempunyai tiga pilar yaitu statistik sektoral, statistik dasar dan statistik khusus. BPS Sulbar mendorong tiga pilar tersebut agar pemerintah menjadikannya sebagai pedoman dalam pembangunan Sulbar kedepan.
“Data juga dimiliki teman-teman yang ada di OPD biasa disebut data sektoral, sehingga kalau ini kita perkuat bersama maka pemetaan jalannya pertumbuhan ekonomi kita di Sulbar terus terpantau oleh pemerintah,” terangnya.
Selain itu, BPS Sulbar menilai pemerintah perlu meningkatkan keseragaman dari semua sektor dalam bekerja untuk memantau jalannya pembangunan, sehingga bisa saling menutupi satu sama lain apa yang menjadi kekurangan masing-masing.
“Makanya kita hadir memberikan penguatan kepada data sektoral yang dimiliki pemda, sehingga kalau ini sudah seragam maka kita bisa amati semua sektor ekonomi dan kita lebih mudah mendorong sektor ekonomi yang paling dominan memberikan kontribusi,” tandasnya. (hab/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *