Mati Lampu, Genset Juga Rusak, Dewan Rapat Gelap-Gelapan

oleh -160 views

sulbarexpress.fajar.co.id,┬áMAMUJU – Anggota DPRD Mamuju terpaksa harus melakukan pembahasan Rencana Kerja Anggaran (RKA) OPD untuk penyusunan APBD tahun anggaran 2018 sambil gelap-gelapan, Rabu malam 13 Desember.

Hal itu lantaran ketidaksiapan genset milik DPRD dalam mengantisipasi adanya jadwal pemadaman listrik dari PLN.

Alhasil para legislator terpaksa menggunakan senter dan cahaya handphone untuk melihat rincian RKA tahun anggaran 2018. Hal itu seperti yang disampaikan Anggota Komisi I DPRD Mamuju Syamsuddin melalui sambungan telepon.

“Dari pada menunda rapat, lebih baik pakai senter, agar pembasan tetap berlanjut. Meskipun suasananya juga agak panas,” ucap Syamsuddin, Kamis 14 Desember.

Meski suasana tidak mendukung, rapat tetap selesai sesuai yang diagendakan. Syamsuddin mengaku keterbatasan tersebut hanya bentuk kendala biasa. Namun tidak mengurasi profesional dan kualitas pembahasan RKA.

“Apalagi program ini untuk masyarakat Mamuju,” jelasnya.

Lagislator lain, Asad Tomborang mengungkapkan, kondisi ini perlu mendapat perhatian khusus. Dikhawatirkan, kondisi serupa kembali terjadi. DPRD harus berinisiatif untuk mengantisipasi trjadinya pemadam listrik susulan.

“Ini kan tidak lucu. Jangan sampai pembahasan tidak maksmal gara-gara gelap,” kata Asad.

Sekwan Mamuju, Mas Agung mengungkapkan, DPRD memiliki satu genset. Namun kondisinya sudah rusak dan butuh perbaikan. Olehnya tahun 2018 medatang, ia mengusulkan anggaran pemeliharaan genset senilai Rp15 juta.

“Gensetnya satu tapi besar. Hanya rusak jadi mau diperbaiki dulu, karena untuk pengadaan baru mahal,” ungkapnya.

Mas Agung tidak berkomentar jauh mengenai anggaran pemeliharaaan genset di tahun ini. Dia baru menjabat saat APBD 2017 mulai berjalan.

“Saya kan baru menjabat tahun ini, jadi saya kurang tau mengenai anggaran pemeliharaannya,” tandas Mas Agung. (bal/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *