Kisah Izhak Berhenti Kuliah di ITB, Cita-cita Jadi Direktur Pertamina Kandas

oleh -159 views

sulbarexpress.fajar.co.id, POLEWALI – Kisah Muh Izhak (22 tahun) pemuda “tangguh” asal Dusun Aribang, Desa Pasiang, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polman, yang rela meninggalkan kuliahnya di fakultas Teknik Kimia Iinstitut Teknologi Bandung (ITB) demi menghidupi sembilan adiknya kini menarik perhatian publik.

Meskipun meraih beasiswa bidikmisi di Institut Teknologi BandungĀ (ITB), Izhak terpaksa memutuskan berhenti kuliah, lantaran kedua orang tuanya sudah meninggal dimana Ibunya meninggal pada 13 Februari 2017, karena penyakit tumor yang dideritanya. Tak lama berselang, ayah Izhak, Ilyas, juga berpulang pada 22 November 2017 lalu.

Kisah Izhak yang viral di media sosial menggugah Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) Pengadilan Negeri (PN) Polewali menyambangi kediaman Izhak di Aribang, menapaki jalan berliku dengan menyeberangi sebuah sungai kecil, tim IKAHI Polman yang diwakili Herianti, Hamsira, Rahmat dan Adnan Sagita, tiba di rumah panggung reot dimana Izhak bersama adik-adiknya menetap.

Ketua PN Polewali Herianti saat bertemu Izhak mengungkapkan meskipun menjadi tumpuan hidup keluarga tapi Izhak harus menyelesaikan kuliah, kata dia, Izhak adalah pemuda aset daerah, Herianti pun menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp.6 juta secara simbolis kepada Izhak.

“Jarang loh yang mahasiswa mengambil jurusan teknik kimia di ITB, Bahkan mungkin satu-satunya di Polman, Izhak ini harapan masa depan Polman,” kata Herianti.

Ia menambahkan viralnya Izhak di media massa yang cepat direspon masyarakat, karena menganggap kisahnya menarik dipublikasi, ia berharap stakeholder terkait mau peduli, membantu meringankan beban keluarganya.

“Tidak terbayangkan kalau Izhak bisa menjadi ahli kimia, daerah bisa memanfaatkan keahliannya,” ungkap Herianti.

Sementara itu, Ishak saat ditemui menyampaikan kabar tentang kisahnya yang menjadi bahan pemberitaan di sejumlah media massa nasional, membuat dirinya acap kali menerima telepon dari alumni ITB yang memintanya kembali melanjutkan kuliah.

“Dari alumni sering nelpon disuruh balik lagi selesaikan kuliah, bahkan kemarin Pak Hatta Rajasa juga nelpon minta saya balik ke ITB,” ujar Alumnus SMAN 3 Polewali ini.

Meski demikian, Izhak masih fokus mengasuh adik bungsunya Khaerul yang baru berusia 19 bulan. ditambah lagi dengan kesibukannya untuk pindah rumah karena tanah lokasi rumah yang ditempatinya selama ini sudah akan diambil pemiliknya.

“Insha Allah, minggu depan kami pindah rumah, pak, karena lokasi yang kami tempati punya orang,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Izhak mengutarakan rasa terima kasihnya atas kepedulian dari berbagai pihak yang telah membantunya baik secara moril dan materil.

“Pimpinan Bank BRI juga telpon saya, disuruh ke kantor, mungkin mau dikasih pekerjaan,” ucap Izhak.

Meski demikian, dibalik keputusannya untuk berhenti kuliah, Izhak masih memendam asa meraih cita-cita yang diimpikannya sejak masih duduk dibangku sekolah dasar menjadi seorang Direktur Pertamina sesuai jurusan teknik kimia yang dipilihnya di ITB.

“Sejak kecil saya bercita-cita jadi direktur pertamina, makanya saya pilih teknik kimia, kak,” terangnya.

Terpisah, Kepala Desa Pasiang Siti Nurjannah mengungkapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan masih rendah, pasalnya mayoritas warga lebih percaya berobat ke dukun dibanding ke Puskesmas, begitupun penduduk penerima raskin masih stagnant berjumlah 445 KK.

“Mata pencaharian masyarakat disini mayoritas petani, sedangkan profesi PNS tidak sampai 20 orang,” tandasnya.(ali/hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *