Rumah Walet Masuk Dusun, Warga Sugihwaras Datangi DPMPTSP

oleh -267 views

sulbarexpress.fajar.co.id, POLEWALI – Puluhan warga Dusun Jombang Desa Sugihwaras Kecamatan Wonomulyo, mendatangi kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Polman bertujuan memprotes efek rumah walet yang terbangun di desanya karena bunyi rekaman suara pemanggil burung walet mulai meresahkan, Selasa 2 Januari.

Salah satu warga setempat Rahmiadi mempertanyakan surat izin penangkaran rumah walet yang hanya berbatasan pagar dari rumahnya lantaran berdasarkan regulasi peraturan daerah harus berjarak minimal 100 meter dari pemukiman.

“Soalnya hanya berbatasan pagar, itu sangat mengganngu pemanggil burungnya, karena bunyi terus non stop 24 jam,” kesalnya.

Lanjutnya, Kota Wonomulyo terancam menjadi kota mati bila melihat jumlah rumah penangkaran walet yang terus berkembang hingga masuk ke pelosok desa, kata dia,  kampungnya dikenal dengan budaya kearifan lokal serta terdapat rumah ibadah masjid Jami yang cukup terusik dengan keberadaan rumah walet.

“Jangankan di kota di pelosok dusun saja sudah ada rumah walet, lama-lama Wonomulyo terancam jadi kota mati, di dusun saya memang baru satu. Tapi kalau sudah ada satu pasti masuk semua,” ungkap Rahmiadi.

Sementara itu, Kabid DPMPTSP Polman Syarifuddin Wahab menuturkan berdasarkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang diterbitkan,  pihaknya belum pernah sekalipun memberikan izin penangkaran rumah walet, meski demikian, Syarifuddin akan berkoordinasi dengan SKPD lain yang merekomendasikan penerbitan untuk mencabut IMB nya.

“Yang di Sugihwaras itu jelas melanggar, karena izin peruntukannya rumah tinggal bukan walet dan kami satu kali pun belum pernah menerbitkan izin penangkaran walet,” tegasnya Syarifuddin.

Syarifuddin juga menyampaikan warga yang mendatangi DPMPTSP terkait izin rumah walet sudah salah sasaran, pasalnya DPMPTSP hanya akan mencabut IMB apabila sudah menerima rekomendasi Dinas Tata Ruang terkait penerbitan IMB yang salah peruntukan.

“Kami ini sisa menunggu teknisnya kapan ada rekomendasi pencabutan izinnya, baru kita cabut Karena DPMPTSP perpanjangan tangan saja,” terangnya.

Setelah mendengar penjelasan DPMPTSP, rombongan warga Sugihwaras pun mendatangi Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, namun rombongan ini kecewa karena Arsal Kabid Tata Ruang tidak berada ditempat, tetapi Yusuf petugas lapangan Dinas Tata Ruang berjanji menindak lanjuti pengaduan warga.

“Nanti disampaikan ke pak Kabid, kebetulan tadi keluar,” tandasnya.(ali/hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *