Moncong Putih Jatuh ke Petahana, Obed: PDIP Tidak Konsisten

oleh -141 views

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMASA – Mendapat rekomendasi dari Partai Politik (Parpol) untuk maju menjadi calon bupati atau wakil bupati tak hanya mengorbankan waktu, tenaga dan materi. Tetapi upaya ini juga mengorbankan perasaan. Hal itu dirasakan salah satu bakal calon Bupati Mamasa, Obed Nego Depparinding.

Bupati Mamasa kedua ini, mengaku sudah tiga bulan menunggu dan berurusan dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), bahkan sudah mengikuti sekolah partai yang diselenggarakan DPP PDIP.

Tetapi setelah menjelang hari pendaftaran rekomendasi partai berlambang moncong putih tersebut justru jatuh ke Paslon Ramlan Badawi dan Marthinus Tiranda.

Kepada wartawan, Obed tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Menurutnya, Dewan Pengurus PDIP baik dari tingkat pusat hingga tingkat cabang tidak konsisten dengan keputusan yang dikeluarkannya. Lebih lagi kata dia, saat pleno yang dipimpin langsung ketua umum PDIP, Megawati Soekarno Putri, dirinya yang diberikan mandat untuk diusung di Pilkada Mamasa.

“Setelah itu, kami diundang untuk ikut sekolah partai dan bahkan semua persyaratan administrasi kami sudah penuhi. Setelah semuanya dipenuhi, mereka bilang pulang dulu, saat kembali ke sana ternyata yang diberikan rekomendasi bukan kami, tapi pak Ramlan,” kata Obed saat dikonfirmasi Via Telepon seluler, Senin 8 Januari.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Mamasa, Alpolem mengungkapkan, DPP PDIP telah memberikan rekomendasi kepada Ramlan Badawi berdasarkan penetapan hasil pleno yang diakomodir oleh DPD PDIP Sulawesi Barat.

“Soal sekolah partai yang dilakukan Obed itu saya tidak tahu, karena memang saya tidak pernah urus Obed. Yang saya urus itu pak Ramlan sesuai hasil pleno bahwa yang diakomodir untuk diusung pada Pilkada adalah pak Ramlan,” ungkapnya.

Menurut Alpolem, jika ada oknum yang mengaku telah mengantongi rekomendasi dari PDIP selain Ramlan Badawi, itu tidak benar, karena sesuai hasil pleno PDIP ditingkat kabupaten yang kemudian dibawah ke provinsi dan diteruskan ke DDP, yang diakomodir adalah petahana.

“Nanti dipusat itu baru ada perkembangan lain, memang sempat saya dengar bahwa keputusan pleno ditingkat pusat, mengeluarkan surat tugas yang diberikan kepada Obed tetapi tidak sempat diberikan karena tertahan di Sekretaris Jenderal PDIP,” pungkasnya. (mg1/smd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *