Gerakan Berbagi 2000, Sentuh 25 Kaum Dhuafa

oleh -82 views

sulbarexpress.fajar.co.id, POLEWALI – Meski baru satu bulan terbentuk, Komunitas “Rp.2.000 berbagi” sudah menyasar 25 kaum dhuafa di Pelosok Kabupaten Polewali Mandar.

Gerakan “Komunitas Rp. 2000 berbagi” merupakan inisiasi dua penyuluh agama Kecamatan Wonomulyo yakni Abd. Razak Ismail dan Burhanuddin Tahir.

Pengurus Penyuluh agama Abd. Razak Tahir menjelaskan bahwa pada mulanya ia dan beberapa rekannya mulai mensosialisasikan gerakan Rp.2.000 berbagi melalui media sosial, dua ribuan yang terkumpul baik dari donatur tetap dan summbangsih warga net maupun warga yang kebetulan melintas saat teman-teman gerakan Rp. 2.000 berbagi melakukan penggalangan dana di pinggir jalan protokol.

“Awal 2107 lalu, itu yang pertama kami lakukan adalah mengumpulkan pakaian bekas layak pakai dan qur’an kepada masyarakat yang membutuhkan, baru pada Desember kita bentuk gerakan Rp. 2.000 ini karena dengan dana banyak kebutuhan masyarakat yang bisa dipenuhi misalnya untuk beli atap,” kata Razak.

Ia menambahkan gerakan tersebut bukan sebagai bentuk untuk mengkritisi pemerintah, namun gerakan ini murni muncul karena keprihatinannya melihat masih banyak masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.

“Makanya gerakan ini kami buat agar masyarakat yang ingin berbagi meski dalam jumlah yang ringan tetap dapat bermanfaat bagi masyarakat yang membutukan,” tambahnya.

Razak juga menyampaikan sejak dibentuk akhir Desember donatur tetap gerakan ini sudah berjumlah tiga puluh orang, meski gerakannya diberi nama gerakan dua ribu rupiah komunitas ini tetap menerima sumbangan yang lebih besar dan bukan hanya dalam bentuk rupiah yang diterima. Abd. Razak Tahir menuturkan bahwa ada donatur yang menyumbang beras dan ada juga yang menyumbang dalam bentuk rupiah dalam jumlah yang besar tanpa menyebutkan nama.

“Kemarin kami dapat informasi dari Desa Nepo ada masyarakat yang untuk masak untuk makan malam berasnya sudah tidak ada, kami segera kunjungi dan berikan beras sehingga ada yang dia masak malam hari,” ungkap Razak.

Selain itu, Untuk menutupi kekurangan dana karena gerakan ini masih baru dua penyuluh agama islam di Kecamatan Wonomulyo tersebut kadang merogoh koceknya sendiri. saat ini gerakan ini terus digalakkan dan pada peringatan HAB 72 gerakan ini juga diperkenalkan dan direspon baik oleh para peserta HAB.

“Pundi-pundi rupiah yang dikumpulkan terus disalurkan ke masyarakat yang sangat membutuhkan uluran tangan baik untuk membantu membeli pekarangan rumah, atap dan kebutuhan masyarakat yang mendesak,” tandasnya.(ali/hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *