Pemprov-KPPU RI Teken MoU, Perkuat Kemitraan untuk Mengawasi Usaha

oleh -142 views

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Komisi Pengawas Persaingan Usaha Republik Indonesia (KPPU RI) komitmen untuk membantu Pemprov Sulbar dalam mengawasi para pengusaha.

Hal tersebut dibuktikan melalui penandatanganan kesepakatan bersama sesuai implementasi Undang-undang nomor 5 tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat, di kantor Gubernur Sulbar, Jumat 19 Januari.

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengatakan pemprov perlu memanggil para pelaku usaha di setiap kabupaten untuk duduk bersama dengan KPPU agar semuanya mengerti dan mengetahui bahwa KPPU telah hadir di Sulbar. Juga agar semuanya dapat berkomitmen bersama untuk mengawal Sulbar kedepan.

“Saya sudah melakukan pertemuan dengan para pengusaha untuk membangun komitmen bersama, makanya kita melakukan tandatangan MoU bersama KPPU. Jadi nantinya mereka akan datang lagi untuk memberikan sosialisasi agar pelaku usaha tidak ada yang memonopoli dan persaingan juga merata,” kata Gubernur.

Ia menambahkan pentingnya dalam memperbaiki daerah dengan menuruti semua aturan dan regulasi yang ada. Serta selalu menghindari pelanggaran hukum.

“Kita akan mendorong para pengusaha lokal agar bisa ikut bersaing. Aturan-aturannya pun kita akan bicarakan kembali bersama KPPU agar dapat mendukung kontraktor lokal dan semua pelaku usaha di Sulbar dapat rezeki,” ungkap Gubernur.

Gubernur juga mengimbau agar para pelaku usaha untuk terus membenahi diri dengan meningkatkan peralatan usahanya, supaya dapat bekerja dengan berkualitas.

“Mari membangun Sulbar sesuai hati nurani, pemerintah jangan hanya memperkaya diri sendiri, harus saling mendukung mengikuti orang-orang besar Sulbar terdahulu. Kalau bukan sekarang kapan lagi. Kita bangun daerah ini sebagai bagian dari bangsa Indonesia dengan berpegang teguh pada visi dan misi kita, juga membangun dengan tidak merusak lingkungan,” tegas Gubernur.

Ditempat yang sama, Ketua KPPU RI Muh Syarkawi Rauf menyampaikan inisiasi Gubernur terhadap penandatangan MoU bersama tersebut agar KPPU dapat mensupport implementasi visi-misinya. Juga dapat memberikan kontribusi dalam pengimplementasian Sulbar maju dan malaqbi.

“Harapan kita bersama adalah daerah Sulbar dapat berkembang menjadi pusat bisnis dan daerah maju, tidak ada alasan Sulbar tidak bisa maju dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan bidang lainnya. Saya kira pemikiran-pemikiran Gubernur terkait bidang-bidang ini sudah sangat luar biasa, kita tinggal mensupportnya,” tuturnya.

Sementara, persaingan usaha yang sering kali juga terjadi di Sulbar, sehingga KPPU akan membangun kemitraan agar semua bisa menikmati pembangunan. KPPU juga dapat mengontrol perilaku perusahaan-perusahaan besar dalam mengambil alih perusahaan lain agar berlangsung secara fair dan tidak merugikan perusahaan kecil.

“Kami di KPPU mengawasi dan yang macam-macam akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku. Mudah-mudahan masyarakat Sulbar terbantu dengan kehadiran KPPU. Kami juga menginvestigasi permasalahan sawit di daerah ini, kami harap sawit dapat mendorong kemitraan, dan petani dapat bermitra dengan perusahaan besar,” terangnya.

Selain itu, dalam mendesain model kemitraan di Sulbar yang benar bersama dengan pemerintah, akan mendorong kerjasama perusahaan kecil dan perusahaan besar untuk dapat berkembang melalui kemitraan tersebut.

“Terkait surat edaran tentang sawit, surat edaran itu positif tinggal kita mengawasi persaingan usaha, karena tidak bertentangan dengan aturan. Jadi kami tetap support sesuai dengan kewenangan yang kita punya,” tandasnya. (hab/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *