Sel Tahanan Didominasi Pelaku Kriminal Narkoba, Kapolda Upayakan Langkah Preventif

oleh -171 views

sulbarexpress.fajar.co.imMAMUJU– Kapolda Sulbar Brigjenpol Baharuddin Jafar pada Kamis 18 Januari mendadak mendatangi sel tahanan milik Polres Mamuju. Maksud kedatangannya untuk melihat seberapa banyak pelaku tindak kejahatan narkoba.

Dari pantauannya sebanyak 36 tahanan yang mendekan di dalam sel tahanan milik Polres Mamuju tersebut, 18 diantaranya terjerat kasus narkoba. Selebihnya merupakan tahanan dengan kasus kriminal lain serta terlibat dalam kecelakaan lalulintas.

“Hampir 60 persen tahanan milik kita karena kasus narkoba. Makanya perlu ada upaya agar jumlah tahanan tidak bertambah,” ungkap Brigjenpol Baharuddin.

Brigjen Pol Baharuddin mengaku akan segera melakukan koordinasi dengan BNN Sulbar, Direktorat Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) dan para Kapolres untuk meramu strategi pencegahan, guna memanimalisir penyalahgunaan narkoba di daerah ini.

Dia mengaku perlu melakukan upaya tersebut mengingat jumlah penyalahgunaan terus bertambah.

“Meski banyak yang ditangkap, tapi penyalahgunaannya juga makin marak. Nah, ini yang akan kita coba rumuskan bersama. Fokus utamanya adalah menyelesaikan akar permasalahannya sebagai langkah preventif,” jelasnya.

Memaksimalkan upaya tersebut, Kapolda Sulbar juga akan melibatkan seluruh Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas). Mereka yang nanti akan menggencarkan sosialisasi dan panduan singkat mengenai narkoba.

Tujuannya untuk mengubah paradigma warga agar menolak narkoba dan termotivasi untuk ikut bersinergi, melakukan upaya mencegah di lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Babinkabtimas lebih tahu situasi lingkungan. Utamanya mana warga yang dekat dengan persoalan itu. Maka itu pelibatannya diharapkan bisa memaksimalkan upaya pencegahannya,” sebut Brigjen Pol Baharuddin.

Ia juga mengimbau agar warga yang terlibat narkoba, segera melaporkan ke polisi untuk rehabilitasi, sebelum mereka ditangkap dan menjalani proses hukuman di Rumah Tahanan (Rutan) atau di Lembaga Permasyarakatan (Lapas).

Ia merasa perlu mengeluarkan imbauan itu, mengingat tempat menjalani hukuman kurang menyenangkan. Apalagi tidak ada jaminan usai menjalani hukuman, mereka terbebas dari narkoba.

“Banyak kejadian, meski baru saja menjalani masa hukuman, tapi setelah keluar, mereka kembali lagi melakukan hal serupa. Makanya lebih baik melapor untuk kita rehabilitasi,” tandasnya. (bal/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *