Proses Asesmen Job Fit, Pemprov Evaluasi Kinerja Pejabat Pratama

oleh -218 views
sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Pemprov Sulbar mengevaluasi kinerja pejabat eselon II dengan melaksanakan asesmen job fit (Pemetaan jabatan).
Sebanyak 43 pejabat pratama lingkup Pemprov mengikuti kegiatan tersebut. Namun ada tiga orang yang berhalangan, antara lain Kepala Dinas Transmigrasi Muhammad Hamzih, Kepala BKD Amujib, dan Kepala Biro Humas dan Protokol Eman Hermawan.
Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengatakan kegiatan asesmen job fit dilakukan agar penempatan pejabat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan sekaligus mengevaluasi kinerjanya.
“Saat proses mutasi atau penempatan jabatan dilakukan itu sesuai dengan kemampuan pejabat eselon II, makanya kita lakukan job fit,” kata Gubernur.
Ia menambahkan asesmen job fit melibatkan pihak universitas dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Makassar agar masyarakat tahu bahwa apa yang dilakukan pemprov sudah sesuai dengan prosedur yang ada.
“Kita tidak mau saat proses penempatan dilakukan ada yang tidak setuju maupun protes. Sehingga proses job fit ini kita libatkan semua kalangan baik itu dari kampus Unhas maupun LAN Makassar,” tambahnya.
Ketua tim penilai  untuk Sulawesi Barat Lukman menuturkan kegiatan tersebut terbagi atas tiga masing- masing, asesemen center yang dilaksanakan 22-23 Januari, wawancara kompetensi bidang oleh tim pansel 29-30 Januari 2018 oleh PKP2A2 LAN dan psikotes dalam rangka menggali potensi dari masing- masing peserta asesmen ini.
“Psikotes untuk menggali potensi dari peserta dimana terdiri dari kompetensi bidang, kompetensi manajerial dan potensi,” tuturnya.
Lukman juga menyampaikan Perka BKN Nomor 7 Tahun 2013, dimana disitu dituangkan bahwa ada 33 kompotensi yang harus dimiliki oleh seorang yang telah menduduki jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Madya maupun Utama, ada sepuluh sesuai dengan hasil rapat dengan Gubernur Sulbar yang akan menjadi tolak ukur melalui kegiatan asesmen venter yang masing- masing, integritas, orientasi pada pelayanan, inovasi, membangun ruang kerja, kepemimpinan, menejemen perubahan, komunikasi lisan, perencanaan, pengambilan keputusan dan berpikir kontes.
“Didalam kegiatan  asesmen, kompetensi ini tidak dapat kita munculkan kalau tidak dimiliki, dan itulah salah satu kelebihan dari Asesmen Center, bukan sesuatu yang dipikirkan, akan tetapi sesuatu yang pernah kita lakukan, “ ungkap Lukman.
Terpisah, Kepala BKD Sulbar Amujib mengungkapkan asesmen job fit merupakan langkah peningkatan kualitas yang dilakukan pemprov dalam menjalankan roda lembaga pemerintahan agar teratur dan memiliki kemajuan kedepan.
“Upaya ini dilakukan agar pembangunan berlanjut yang dicanangkan Pemprov Sulbar saat ini sesuai yang diharapkan, sehingga pejabat pratama yang menjalankan visi-mis Gubernur tidak asal-asalan,” terangnya.
Selain itu, Proses asesmen job fit ini juga dilakukan secara terbuka dengan melibatkan semua elemen masyarakat, sehingga tidak ada terjadi proses penyimpangan saat dilakukan penempatan jabatan pada lingkup Pemprov.
“Kita berharap proses ini berjalan lancar dan sesuai yang kita harapkan bersama. Tentunya peran semua elemen untuk saling bersama-sama demi pembangunan Sulbar kedepan,” tandasnya. (hab/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *