17 Dokter Masih Diberi Kesempatan

oleh -118 views

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulbar menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait pembenahan Rumah Sakit Regional Sulbar, Kamis 25 Januari.

FGD tersebut membahas persoalan yang terjadi di RS Regional dengan mencari solusi permasalahan atas mundurnya 17 dokter ahli.

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengatakan dalam melakukan pembenahan rumah sakit perlu rasa tanggung jawab dan bekerja secara efisien dan efektif untuk pelayanan kepada masyarakat Sulbar.

“Semua yang ada di rumah sakit harus paham kerjanya dan bersikap profesional, kita akan kirim bidan, suster, perawat, dokter umum dan spesialis serta cleaning service ke daerah yang sudah maju agar kualitasnya meningkat. Ini semualah yang harus dilakukan agar rumah sakit kita mendapatkan BLUD. Apa yang diminta oleh tim medis harus disiapkan oleh manajemen, tapi harus realistis dan harus konsisten,” kata Gubernur.

Ia menambahkan pasca mundurnya 17 dokter ahli, pihaknya memberikan solusi pilihan kepada 17 dokter spesialis untuk menentukan sendiri diantara lima kabupaten untuk dijadikan tempat praktek, yaitu kabupaten Mamasa, Majene, Matra, Mamuju dan Mateng.

“Itu kesempatan direktur untuk mencari penggantinya, harus mampu mencari karena yang betul-betul dibutuhkan sekarang adalah pengabdian. Mari kita layani masyarakat dengan membenahi dulu diri kita,” tegas Gubernur.

Di tempat yang sama Kepala Perwakilan BPKP Sulbar Arif Ardiyanto mengungkapkan FGD tersebut digelar sesuai dengan permintaan gubernur juga sesuai dengan tupoksi BPKP yaitu mengawasi keuangan dan pembangunan daerah.

“Kami sudah berbicara dengan Gubernur terkait kebijakannya nanti seperti apa, perbaikan pelayanan medis, hubungan sesama manajemen, juga pengadaan barang habis pakai dan obat-obatan yang tidak terencana dengan baik. Juga beberapa temuan BPKP yang lain, diantaranya administrasi klaim BPJS yang belum tertib dan jasa medik,” tutur Arif.

Ketua Komisi IV DPRD Sulbar Firman Argo Waskito juga turut mengajak semua pihak menyelesaikan masalah rumah sakit secara bersama-sama.

“Anggaran untuk rumah sakit tidak pernah kami utak-atik, DPRD sediakan semuanya. Mengenai permasalahan yang ada kami, kembalikan ke manajemen RS karena itu adalah masalah administrasi dan teknis. Tapi kami lihat mulai membaik,” tuturnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Sulbar dr Achmad Aziz menuturkan proses mediasi terus dilakukan oleh semua pihak untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di rumah sakit.

“Ada beberapa opsi yang dilakukan dalam FGD tadi, salah satunya memanggil kembali 17 dokter dan bisa ditugaskan di daerah, misalnya Mateng membutuhkan dokter maka dikirim kesana begitupun daerah lain,” terangnya.

Selain itu, Direktur RSUD Sulbar dr Andi Munasir mengungkapkan pihaknya selalu siap atas keputusan yang diambil oleh pimpinan Pemprov demi peningkatan pelayanan RS Regional.

“Kita terima saja apapun itu keputusan yang diambil, para dokter kembali masuk kita akan terima. Tapi memang ada empat dokter yang disekolahkan Pemprov namun belum pernah mengabdi di Sulbar dan itu juga menjadi alternatif lain. Diantaranya, dr Junardi, dr Faisal, dr. Mulawardi, dan dr Helmi,” tandasnya. (hab/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *