Peserta UNBK 2018 Meningkat – Sulbar Express
Mamuju

Peserta UNBK 2018 Meningkat

Infografis
sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulbar akan meningkatkan pengawasan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2018. Ini karena pesertanya mengalami peningkatan dibanding dengan tahun sebelumnya.
Adapun peserta tahun 2017 sebanyak 13 SMA, 21 SMK, dan 2 MA mengikuti UNBK. Sementara tahun ini, dari 290 sekolah setingkat SMA yang mengikuti Ujian Nasional (UN), terdapat 26 SMA, 50 SMK, dan 87 MA mengikuti UNBK.
Pengelola Data UN Disdikbud Sulbar Sulhan mengatakan adanya lahir kebijakan untuk mengantisipasi berbagai kendala, seperti saat ini masih banyak sekolah belum siap mengikuti UNBK, namun yang lebih memprihatinkan, sebab masih ada sekolah SMA dalam kota Mamuju belum nenerapkan UNBK.
“Kalau MA tahun ini semuanya ikut UNBK, padahal ada SMK itu bisa kesana. Tapi entahlah kenapa tidak bisa masuk (UNBK),” kata Sulhan, Selasa 6 Februari.
Ia menambahkan saat ini sudah lewat pendaftaran UNBK, sebab dibuka sejak 15 Januari. Selanjutnya mempersiapkan pelaksanaan UNBK yang akan dilaksanakan pada 2 hingga 5 April untuk SMK dan dilanjutkan pada 9 hingga 12 April untuk SMA dan MA.
“Tinggal pelaksanaan UNBK yang sudah terjadwal, sementara kita mempersiapkan segala keperluan sekolah,” tambahnya.
Terpisah, Sekretaris Disdikbud Sulbar Suardi Mappeabang menuturkan dalam mempersiapkan segala keperluan pada UNBK belajar dari pengalaman sebelumnya, biasanya terkendala listrik dan jaringan.
“Untuk listrik, tidak ada alasan lagi jika sekolah terkendala, sebab setiap sekolah telah dianjurkan untuk mengadakan genset yang bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Kecuali jaringan, itu soal lain,” ungkap Suardi.
Sementara, pelaksanaan UNBK bagi sekolah yang belum memiliki jaringan internet akan ujian di sekolah terdekat yang memiliki jaringan.
“Sistem bergiliran. Misalnya, SMK yang lebih dulu laksanakan UNBK, bisa ujian di sekolah SMA, begitupun sebaliknya, giliran SMA melaksanakan ujian bisa ditempatkan di SMK,” terangnya.
Selain itu, pengawasan ujian akan diperkatat bahkan dirinya menjamin tidak ada kebocoran soal. Sebab setiap siswa memiliki password (kata kunci) untuk membuka soal.
“Soal yang diberikan siswa memiliki urutan acak sehingga antara satu siswa dengan siswa lainnya memiliki urutan soal yang berbeda,” ujar Suardi.
Pihak panitia UNBK juga akan dibekali sebelum melakukan pengawasan, bahkan untuk siswa membuka kata kunci soal dilakukan secara serentak seluruh Indonesia, baik di wilayah Indonesia bagian barat maupun timur.
“Jadi sangat sulit untuk menyontek, Apalagi kebocoran soal itu sangat sulit ditambah setiap provinsi juga berbeda soalnya,” tandasnya. (hab/sol)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top