Salim-Marwan 1, AIM-beNar 2, Pengundian Nomor Urut Diwarnai Protes

oleh -87 views

sulbarexpress.fajar.co.id, POLEWALI – Komisi Pemilihan Umum KPUD Polman menggelar rapat pleno terbuka dengan agenda pengundian nomor urut paslon pilkada Polman 2018 di gedung nasional pantai bahari, Selasa 13 Februari.

Pengundian nomor urut tersebut dihadiri masing-masing paslon yakni pasangan petahana Andi Ibrahim Masdar berpasangan Natsir Rahmat (AIM-BeNar) yang akan menantang Mayjend Purn Salim S Mengga berpasangan Marwan (JSM-Marwan).

Saat pencabutan nomor urut, paslon AIM beNar terlebih dahulu diberi kesempatan memilih tabung pipa plastik yang sudah terisi nomor. Kemudian setelah tabung dibuka tenyata berisi angka nomor dua dan secara otomatis paslon Salim Marwan akan menggunakan nomor urut satu.

Hanya saja, usai proses pengundian nomor urut paslon, Koordinator tim Paslon JSM-Marwan Samsul Samad melakukan protes karena mencurigai tabung tempat nomor urut yang dicabut oleh paslon AIM beNar terdapat coretan menyerupai tanda.

Massa paslon JSM-Marwan sempat terpancing meneriakkan yel-yel aksi protes menuntut netralitas KPU Polman sebagai penyelenggara pilkada. Tetapi kericuhan ini tidak berlangsung lama karena dapat dicegah oleh pihak keamanan.

“Kami serahkan semua kepada Panwas dan kami minta penyelenggara pilkada menjaga netralitas. Kami ingin pemenang pilkada berakhir dengan muara demokrasi yang berinterigritas, jujur dan adil,” terang Samsul.

Menanggapi hal ini, Ketua Panwaslu Polman Suaib Alimuddin belum dapat menyimpulkan adanya kecurangan KPU karena masih memerlukan kajian dan menunggu laporan resmi tim paslon JSM-Marwan.

“Nanti kita tunggu dulu laporan resmi tim paslon JSM-Marwan, baru kemudian ditindak lanjuti. Prosesnya selama 14 hari semenjak diterimanya surat gugatannya,” tuturnya.

Ketua KPUD Polman M Danial ketika dikonfirmasi mengatakan adanya tanda goresan pada tabung nomor urut yang dipilih paslon AIM beNar diduga kuat karena adanya sisa cet dari potongan pipa tempat nomor urut.

“Itukan potongan pipa yang memang kita minta ke sekretariat supaya diberi warna KPU dengan pilox (cet), tapi kami sama sekali tidak niat menandai,” bebernya.

Sementara itu, Cabup Polman nomor urut satu Salim S Mengga yang telah ditetapkan KPU menyerahkan sepenuhnya kepada Panwaslu sebagai pengawas pilkada mengenai adanya indikasi kecurangan penyelenggara terkait misteri tabung nomor urut yang ada goresan.

“Terlepas apakah goresan di tabung itu ada unsur kesengajaan atau tidak, itu jelas karena kurang cermatnya penyelenggara. Sebab tabung nomor urut itu tidak diperiksa dan di sterilkan dulu sebelum digunakan,” jelasnya.

Ia menambahkan dirinya tidak akan mempersoalkan nomor satu atau nomor lainnya, sebab nomor satu sudah memiliki arti tersendiri baginya.

“Dalam Alquran, nomor satu itu identik dengan huruf alif yang berdiri sendiri. Jadi mari kita bersatu demi menegakkan kesejahteraan rakyat,” ungkap Salim.

Terpisah, Cabup Polman nomor urut dua Andi Ibrahim Masdar mengungkapkan nomor urut dua sudah sesuai apa yang didambakan karena nomor tersebut gampang disosialisasikan dengan tagline dua periode.

“Karena saya tiap hari ingat nomor dua, gampang disosialisasikan dua periode,” ujarnya.

Sementara, mengenai adanya protes pencabutan nomor urut dari tim paslon rivalnya, AIM menjelaskan hal itu sudah biasa terjadi dalam dunia politik.

“Biasalah riak-riak politik, begitulah mekanismenya, bisa anda lihat HP ku, tidak ada nomornya KPU,” tandasnya. (ali/hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *