Pagar SDN 7 Balombong Butuh Perbaikan

oleh -72 views

sulbarexpress.fajar.co.id, MAJENE – Sejumlah sekolah dasar (SD) di wilayah Majene, masih membutuhkan dukungan fasilitas dari pemerintah daerah.

Seperti SDN 7 Balombong Kecamatan Pamboang. Pagar sekolah ini sangat memperihatinkan dan butuh perhatian dari pemerintah khususnya Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Majene.

Kepala SDN 7 Balombong Jabaruddin menuturkan, sejumlah fasilitas sekolah yang dipimpinnya itu, membutuhkan pembenahan, selain pagar juga plafon ruang kelas, serta beberapa fasilitas penunjang lainnya butuh perbaikan.

“Saya akan mengajukan permohonan tentang pembenahan sejumlah fasilitas sekolah, karena ini dapat mempengaruhi proses belajar,” ujar Jabaruddin, usai menghadiri pelepasan purna bakti, di aula Kantor UPTD Disdikpora, Kecamatan Pamboang, belum lama ini.

Hal serupa, juga dialami SDN 16 Puare yang dinakhodai Nauap. Ia mengaku, pagar SDN 16 Puare dan atap ruang kelas belajar (RKB) sebagian pada bocor.

“Pagar kami darurat karena terbuat dari bambu. Mudah dirusak binatang atau ternak, kemudian kebocoran atap RKB diakibatkan buah kelapa yang jatuh dari pohon,” tutur Nauap.

Ia meminta, untuk menebang sejumlah pohon kelapa yang berada disamping RKB, dibutuhkan anggaran pembebasan pohon kelapa, agar proses belajar mengajar tidak terganggu.

“Selain sejumlah RKB mengalami kebocoran, juga atap perpustakaan mengalami kerusakan serupa. Ini sangat mengganggu proses belajar,” tandas Nauap.

Dewan Pendidikan Herman menanggapi kondisi kerusakan di sekolah itu. Ia menuturkan, dirinya sangat prihatin dengan kondisi kerusakan pagar di SDN 7 Balombong dan kerusakan di SDN 16 Puare.

“Sebenarnya, kondisi semacam ini, sudah bisa diselesaikan pihak Disdikpora Majene, karena kerusakan pagar SDN 7 Balombong dan kerusakan atap SDN 16 Puare, itu sudah masuk prioritas karena proses belajar terganggu, apalagi dua sekolah itu, masih wilayah perkotaan,” urai Herman.

Dikatakan, keruskan fasilitas sekolah khususnya yang dapat mengganggu proses belajar, harus menjadi catatan penting bagi Disdikpora, karena Majene sebagai ikon pelayanan pendidikan di Sulbar.

“Pihak Disdikpora semestinya mengunjungi sekolah supaya mengetahui mana mana yang prioritas untuk diperbaiki sesuai tingkat kerusakan,” pintanya. (hfd/smd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *