Tangkal Radikalisme, Kapolres : Jihad Kami Memastikan Keamanan Ulama

oleh -139 views

sulbarexpress.fajar.co.id, POLEWALI – Kapolres Polman AKBP Muhammad Rifai memastikan keamanan para ulama di Polman, terkait menghadapi isu-isu nasional yang saat ini terus beredar. Hal itu terungkap dalam acara silaturahmi antara jajaran Polres Polman dengan para ulama dan tokoh agama di aula rupatama Mapolres Polman, Kamis 22 Februari.

Kapolres Polman AKBP Muhammada Rifai mengatakan silaturrahmi sengaja digelar pihak Polres terkait maraknya isu penganiayaan dan penyerangan terhadap ulama oleh orang yang dianggap gila.

“Kegiatan kita hari ini adalah jalur hubungan silaturahmi antara Polres dengan para ulama dan pemuka agama. Kami mengapresiasi atas jalinan silaturahmi ini,” kata Rifai.

Ia juga berkomitmen sebagai penegak hukum, pihaknya memastikan keamanan kepada tokoh agama, pendeta atau gereja-gereja. Kata dia, Polisi akan berada digaris depan apabila para ulama diganggu. Dimanapun dan kapanpun dibutuhkan Polisi akan selalu siap, karena jajarannya tersebar di 16 Kecamatan di Polman.

“Hal itu menjadi jihad kami memastikan keamanan mereka. Saya berharap kepada jajaran melakukan komunikasi dan silaturahmi yang intens kepada ulama,” tegas Rifai.

Meski demikian, mengingat situasi tahapan pilkada yang tengah berlangsung, Muhammad Rifai mengajak seluruh lapisan masyarakat selalu menjaga keamanan serta tidak membuat kegaduhan.

“Apapun yang terjadi akan membuat suasana tetap kondusif dan harmonis. Kita mengajak masyarakat untuk menjaga keamanan, kami yakinkan kepada tokoh agama agar mereka merasa nyaman dengan jaminan keamanan dari kami,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Polman Ustadz Saddong Bani berharap
Tokoh agama selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian, kemudian meminta kepolisian membuka jalur komunikasi dengan tokoh masyarakat, tokoh pendidik dan ulama mencari solusi upaya penanganan menangkal jaringan kelompok radikalisme.

“Apalagi ini musim pilkada, saya berharap pemuka agama apakah di gereja atau di masjid menyampaikan kepada masyarakat bahwa jangan ada kegiatan mengatasnamakan agama untuk memilih kandidat tertentu,” tandasnya.(ali/hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *