Kodim 1402 Polmas Gelar Rapat Bahas Sergap

oleh -213 views

sulbarexpress.fajar.co.id, POLEWALI – Demi upaya meningkatkan Serapan Gabah Petani (Sergap) di Kabupaten Polewali Mandar sesuai Memorandum Of Understanding (MoU) antara pimpinan TNI AD dengan pihak Bulog, Kodim 1402/Polmas bersama Bulog Sub Divre Polman melakukan pertemuan dengan Perusahaan Penggilingan Padi (Perpadi) dan Kelompok tani di Aula Kodim 1402/Polmas, Sabtu 24 Februari.

Komandan Kodim 1402/Polmas Letkol Arh Dedi Setia Arianto mengatakan kegiatan ini merupakan wadah untuk menyamakan persepsi antar pihak terkait, agar pelaksanaan serapan gabah di kabupaten Polman berjalan sesuai harapan.

“Kami akan terus mendukung program pemerintah dalam mensukseskan Sergap dan Swasembada pangan di daerah ini sesuai terget yang diberikan dari komando atas,” kata Dedi Setia.

Ia berharap kepada para pelaku usaha bidang pertanian berperan aktif mendorong dan bersinergi bagaimana penyerapan gabah dan beras tahun 2018 di Kabupaten Polman dapat terserap dengan baik.

“Kodim 1402/Polmas akan terus mengawal serta berupaya agar target kita sampai bulan juni sebanyak 9.000 Ton dapat kita serap, untuk itu dibutuhkan kerjasama yang saling menguntungkan antara masyarakat tani, Bulog, pelaku bisnis, serta para penggilingan padi di wilayah ini,” ungkap Dedi Setia.

Dedi Setia juga menyampaikan hal ini dilakukan demi kepentingan ketahanan pangan nasional khususnya di Kabupaten Polman sebagai lumbung padi Sulawesi Barat sehingga tidak harus mengimpor pangan dari luar khususnya beras.

“Mengenai hasil keputusan harga gabah sepenuhnya diserahkan kepada Perpadi, kelompok tani, pengusaha penggilingan, Mitra Bulog dan Pelaku Usaha. Kodim 1402/Polmas dalam hal ini hanya memfasilitasi dan berharap serapan gabah petani dapat terserap oleh Bulog Sub Divre Polman sesuai target yang sudah ditetapkan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Perpadi Polman Hamzah Syamsuddin menuturkan mengacu kepada kebijakan kementerian perdagangan, pembelian gabah sudah naik 20 % dari HPP sebesar Rp 3.700/Kg sesuai inpres nomor 5 Tahun 2015 yang berarti naik menjadi Rp 4.400/Kg sedangkan keputusan harga sampai saat ini sudah ditetapkan menjadi Rp.4.600/Kg dengan rendemen diatas 60% berlaku sampai akhir panen raya nanti.

“Harga itu berlaku sampai dengan akhir panen raya nanti sembari menunggu inpres HPP beras dikeluarkan,” tandasnya.(ali/hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *