Setiap Tahun Meningkat, Dana Desa Diharap Dongkrak Perekonomian Sulbar

oleh -144 views

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Besaran Dana Desa yang diterima oleh 575 desa di Sulawesi Barat setiap tahunnya mengalami kenaikan. Kondisi ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat yang ada di desa.

Untuk tahun 2015 jumlah Dana Desa yang dikucurkan sebesar Rp162 miliar, dengan realisasi sebesar 99.82 persen. Tahun 2016 Rp362,8 milar atau naik 44,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kemudian tahun 2017 mencapai Rp461,09 miliar atau naik 21, 30 persen dengan realisasi 100 persen. Sedangkan di tahun 2018 alokasi dananya sebesar Rp471,8 miliar.

Kasubdit Pengembangan Desa Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nursaid Mustafa mengatakan pengelolaan Dana Desa harus melibatkan masyarakat.

Dalam hal ini industri padat karya dimana dari total Dana Desa harus ada 30 persen untuk alokasi pengupahan yang melibatkan masyarakat. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat secara langsung.

“Masyarakat miskin di Indonesia itu didominasi yang tinggal di desa, sehingga harus dilakukan stimulasi perkembangan ekonomi kerakyatan melalui padat karya. Hal ini diinstruksikan langsung dari Presiden untuk penguatan ekonomi yang berbasis masyarakat,” kata Nursaid Mustafa saat ditemui setelah membuka Rakor Program Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) di Hotel Maleo, Senin 26 Februari.

Lebih lanjut Nursaid menyatakan pihak pemerintah pusat juga melakukan penguatan dalam pengawasan Dana Desa. Semua instansi dilibatkan, mulai dari Pemda, Polri, TNI, Kejaksaan dan masyarakat sendiri diminta untuk mengawasi penggunaannya.

“Untuk bulan ini kami telah menerjunkan tiga kelompok untuk melakukan kroscek terhadap tiga daerah di Indonesia salah satunya adalah Gorontalo. Tim tersebut diperintahkan untuk melakukan penyidikan terkait dengan penggunaan Dana Desa apakah laporan yang masuk di pusat sesuai dengan di lapangan,” bebernya.

Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa Sulbar Ridwan menyatakan penggunaan Dana Desa harus dilakukan pendataan yang bagus, agar semua bisa memberikan manfaat yang besar kepada semua pihak. Utamanya dalam penyerapan tenaga kerja atau material oleh masyarakat setempat.

“Dana desa bukan hanya untuk pembangunan desa semata, tetapi juga untuk peningkatan ekonomi masyarakat, melalui program padat karya. Semua harus merasakan manfaatnya,” ucap Ridwan.

Sedangkan untuk pengawas Dana Desa bukan hanya dilakukan pada tingkat kabupaten saja, tetapi juga pada tingkat provinsi. Dimana pihak provinsi kadang menerjunkan tim penyelidik dari Inspektorat jika ada laporan yang masuk.

Hal yang serupa juga diutarakan oleh Sekretaris Provinsi Sulbar Ismail Zainuddin. Ia mengatakan Dana Desa harus memberikan asas manfaat kepada semua pihak mulai dari pembangunan desa hingga ekonomi masyarakat.

“Tolong gunakan Dana Desa dengan sebaik-baiknya, jangan diselewengkan karena akan berurusan dengan hukum. Dana Desa itu disalurkan untuk kemajuan desa dan negara secara umum,” tandas Ismail. (bal/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *