Dandim Minta Prajurit TNI Profesional

oleh -168 views

sulbarexpress.fajar.co.id, POLEWALI– Loyalitas bagi para prajurit TNI yang bertugas sebagai Prajurit Teritorial adalah merupakan sendi utama dan menjadi nafas bagi seorang prajurit TNI Khususnya Kodim 1402/Polmas sesuai slogan Kodam XIV/Hasanuddin Setia Hingga Akhir.

Hal tersebut, disampaikan Komandan Kodim (Dandim) 1402/Polmas Letkol Arh Dedi Setia Arianto dihadapan prajurit dan PNS TNI dalam kegiatan jam komandan yang digelar di Baruga Mammesa Kodim 1402/Polmas. Senin 26 Pebruari.

Selain itu, Dandim Dedi Setia Arianto berharap kepada para prajurit Kodim 1402/Polmas bahwa selain loyalitas dan kesetiaan prajurit, Kemanunggalan serta kebersamaan antara anggota TNI dan rakyat merupakan modal utama sekaligus penting dalam menjaga keutuhan, persatuan dan kesatuan NKRI. Salah satu yang dilakukan oleh Anggota Kodim 1402/Polmas sebagai prajurit kewilayahan adalah tetap menjalin keakraban bersama rakyat di wilayah binaan masing-masing.

“Prajurit Kodim 1402/Polmas harus Profesional, setia, Modern, Militan dan manunggal dengan rakyat . Dalam arti setiap Prajurit kodim 1402/Polmas yang diberikan tugas oleh pimpinan harus dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab dan berjalan dengan baik,” tegas Dedi Setia.

Pada kesempatan tersebut Dandim kembali mengingatkan kepada seluruh prajurit Kodim 1402/Polmas agar dapat menjaga netralitas sebagai aparat negara menjelang Pilkada serentak 2018 di wilayah Kodim 1402/Polmas.

Ia juga menyampaikan netralitas TNI telah diatur pada UU TNI no 34 Tahun 2004 yang berbunyi Netralitas TNI “TNI bersikap netral dalam kehidupan politik dan tidak melibatkan diri pada kegiatan politik praktis”.

“Ini juga sesuai dengan Perintah Harian Panglima TNI untuk tetap memegang teguh komitmen netralitas dan jati diri dengan tidak terlibat politik praktis serta meningkatkan kemanunggalan dengan rakyat,” terangnya.

Mengakhiri pengarahannya Dandim juga menekankan kepada seluruh Anggota Kodim 1402/Polmas untuk menggunakan media sosial secara bijak dan beretika. Pemanfaatan media sosial dalam lingkungan TNI memang diperbolehkan dan tidak dilarang, namun harus pandai-pandai dan cerdas dalam menggunakannya.

“Dalam menggunakan media sosial harus pandai dan cerdas, sehingga jangan sampai ikut-ikutan menjadi salah satu provokasi atau paling tidak, tidak ikut menyebarluaskan berita yang dapat merusak citra TNI dimata masyarakat, karena yang rugi adalah diri kita sendiri,” tandasnya.(ali/hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *