Sejak Dalam Kandungan, Peserta BPJS Kesehatan Harus Didaftarkan

oleh -96 views

sulbarexpress.fajar.co.id, POLEWALI – Ibu hamil peserta BPJS Kesehatan sudah harus mendaftarkan bayinya sejak masih dalam kandungan, sebab bila tak dilakukan, maka bayinya yang baru lahir akan menjadi pasien umum.

Lantaran tak mengetahui ketentuan ini Orangtua bayi, yang merupakan peserta BPJS Kesehatan, kadang merasa terjebak, karena harus membayar biaya perawatan sang bayi.

Kejadian ini menimpa pasangan suami istri Huzair Zainal dan Anni. Setelah istrinya menjalani persalinan melalui proses operasi cesar, mereka terpaksa membayar biaya perawatan di RSUD Polman lantaran bayinya belum didaftarkan masuk peserta BPJS kesehatan saat masih dalam kandungan.

“Bahkan semalam saya memohon pada pihak rumah sakit agar saya di beri waktu mengurus dulu kepesertaan BPJS bayiku yang baru lahir. Tapi katanya lama bisa sampai dua minggu, berarti saya harus bayar biaya perawatannya karena terdaftar sebagai pasien umum,” kata Huzair, Jumat 28 Februari.

Ia menambahkan dengan adanya aturan baru ini, Apalagi dirinya merasa pihak rumah sakit dan BPJS Kesehatan tidak pernah memberi informasi soal itu. Meski demikian
Ia berharap jaminannya nanti di BPJS tidak bayar denda lagi. Soalnya dirinya telat seminggu bayar idirin

“Jika seperti ini saya lebih memilih ambil KIS saja ketimbang BPJS mandiri. Dimana kita punya niat untuk gotong royong bayar iuran tiap bulan harus apes seperti ini. Dan jika telat juga akan kena denda saat rawat inap, apalagi kita yang bekerja sebagai buruh gaji kadang telat,” ujarnya.

Kepala BPJS Kesehatan cabang Polman Harie Wibhawa saat dikonfirmasi menuturkan sangat di sarankan mendaftarkan bayi saat masih dalam kandungan dan bayi yang sudah bisa didaftarkan adalah yang sudah terdeteksi denyut jantungnya.

“Untuk mengetahui denyut jantung sang bayi anda harus ke dokter rumah sakit yang sudah ada alatnya dan anda juga bisa sambil USG,dan mintalah surat keterangan dari dokter untuk keperluan mendaftarkan BPJS untuk sang calon bayi,” terangnya.

Selain itu, setelah orang tua calon bayi mendapatkan surat keterangan dari dokter, mereka bisa membawa foto copy KK , KTP dan kartu BPJS ke kantor BPJS kesehatan terdekat, kemudian kelasnya rawat di sesuaikan dengan kelas ibu bayi,dan nama peserta menjadi nama ibu bayi dengan mengikut nomor NIK orang tua bayi.

“Untuk pendaftaran bayi dalam kandungan selambat lambatnya 14 hari sebelum calon bayi dilahirkan dan langkah selanjutnya adalah orang tua dapat membayar iuran BPJS pertama calon bayi setelah bayi dilahirkan dalam keadaan hidup dan jaminan atau manfaat pelayanan berlaku sejak iuran pertama dibayar dan untuk perubahan data seperti nama dan lain sebagainya selambat lambatnya tiga bulan sejak kelahiran bayi,” tandasnya.(ali/hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *