Amblas, Trans Sulawesi Makin Parah

oleh -227 views

sulbarexpress.fajar.co.id, MAJENE – Petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Majene, kembali melakukan sistem buka tutup jalan Trans Sulawesi lintas barat pada titik jalan amblas di wilayah Desa Palipi Soreang, Kecamatan Banggae.

Masalahnya, sekira panjang lebih dari 30 meter jalan amblas di wilayah itu, kini makin parah. Membuat para pengendara yang melintas harus lebih berhati-hati.

Pantauan, sejumlah kendaraan dari arah Majene-Mamuju terpaksa melakukan antrean, terutama kendaraan bertonase besar yang dikhawatirkan terperosok ke dalam jurang.

“Kerusakan jalan ini, dibutuhkan keseriusan pemerintah untuk dibenahi, karena dipastikan akses jalan dari Majene ke Mamuju akan putus,” tutur Usman, serorang pengendara, Jumat 9 Maret.

Bupati Majene Fahmi Massiara meninjau jalan amblas. Di lokasi ia meminta kepada pihak Balai untuk segera mengambil langkah konkret.

“Kalau tidak cepat ditangani, kita khwatir jalan akan semakin parah,” ucap Fahmi.

Menanggapi usulan Bupati Majene Fahmi Massiara, PPK 03 Ruas Majene Balai Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah 13 Makassar Aksa mengaku akan lebih dulu melakukan penelitian tekstur tanah.

“Tindakan sementara hanya sebatas pelebaran jalan alternatif untuk dilalui kendaraan. Selanjutnya kondisi tanah akan diteliti dengan pengujian geolistrik,” katanya.

Kata Aksa, hasil pengujian menjadi penentu keputusan tim perencana untuk mendesain jalan amblas, dengan menyiapkan opsi perbaikan jalan dengan mengalihkan ke samping.

“Kami sedang menunggu tim peneliti untuk memastikan langkah yang akan ditepuh,” terangnya.

Terpisah, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengungkapkan dalam waktu dekat akan meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sulbar untuk terjun langsung ke lokasi.

“Yang rusak itu nanti PUPR lihat apakah bisa ditanggul atau dibuatkan beton di bawah. Yang jelas kita akan bantu dan bergerak sesegera mungkin,” ungkap Gubernur .

Selain itu, Pemprov Sulbar juga akan meminta bantuan dengan pemerintah pusat agar bisa dibantu menyelesaikan masalah yang dihadapi Kabupaten Majene. Apalagi jalan tersebut merupakan transportasi darat satu-satunya yang menghubungkan ke Mamuju.

“Kita juga sudah melaporkan semuanya ke pusat, sehingga kita harap bisa dibantu perbaikannya,” tandasnya. (hfd/hab/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *