KSCT-OVOP jadi Solusi Pembangunan Sulbar

oleh -138 views

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Tahun ini Pemprov Sulbar merencanakan satu kawasan dalam program Kawasan Strategi Cepat Tumbuh One Village One Product (KSCT-OVOP). Selain itu, empat tahun kedepan ditargetkan menyentuh 100 kawasan.

Hal tersebut, disampaikan Koordinator Tim Kerja Eksekutif Harian program OVOP Mukaddam. Ia mengatakan program tersebut merupakan bagian dari visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar.

Kata dia, untuk merealisasikan program tersebut akan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov dengan memberikan kontribusi angaran untuk pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) dan bina usaha lingkungan.

“Kita harapkan semua OPD yang terkoordinir dalam program OVOP ini dapat berkerjasama untuk mewujudkan program KSCT-OVOP. Sebab ada 100 kawasan yang kita targetkan hingga tahun 2022,” kata Mukaddam yang juga menjabat Kepala Bidang Cipta Karya PUPR Sulbar, Rabu 14 Maret.

Ia menambahkan program tersebut juga mendapat respon positif dari Kementerian Dalam Negeri. Apalagi melibatkan semua kabupaten yang ada di Sulbar untuk turut berkontribusi.

“Dalam pembentukan kawasan ini disesuaikan dengan fungsi tata ruang di masing-masing kabupaten,” tambahnya.

Misalnya, di Kabupaten Polewali Mandar akan dibangun rumah tradisional. Program ini untuk megenang kasus pembantaian di Galung Lombok yang saat ini sudah ada tugu korban 40.000 jiwa.

“Kalau di Mamuju sebagai sentral pemerintahan fokus pada pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK, red), yakni pembentukan kawasan industri di pelabuhan Belang-belang,” ungkap Mukaddam.

Sementara, Kabupaten Majene sudah dirancang menjadi kota pendidikan, dimana di kabupaten ini akan dibentuk sebuah kawasan pendidikan berbasis bahasa asing.

“Kita bentuk sebuah kawasan yang didalamnya membuka akses pembelajaran tiga bahasa. Bahasa Inggris, Arab, dan Cina,” ujarnya.

Selain itu, di Pasangkayu, tim koordinasi fokus mendukung pengembangan budidaya udang vaname dan pengembangan ini sedang berjalan oleh Pemda Pasangkayu. Berbeda halnya di Mamuju Tengah, tim OVOP akan mengembalikan identitas Mamuju Tengah sebagai penghasil jeruk manis.

“Meskipun Komoditas ini sudah punah di Mateng, tim OVOP berharap fokus pengembangan jeruk manis agar masyarakat kembali menanam dan mengelola hasil jeruk di Mamuju Tengah,” tandasnya. (hab/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *