Kapolda Beri Kuliah Umum di Unasman

oleh -113 views

sulbarexpress.fajar.co.id, POLEWALI РKapolda Sulbar Brigjen Pol Baharuddin Djafar beserta rombongan melakukan kunjungan kerja di Polman, salah satunya membawakan kuliah umum di kampus Universitas Asyariah Mandar (Unasman), Sabtu 17 Maret.

Rektor Unasman Chuduriah Sahabuddin mengatakan kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan mahasiswa dan selaku pimpinan civitas akademika ia mengucapkan selamat datang kepada Kapolda Sulbar di universitas pertama di Sulbar ini.

“Unasman merupakan salah satu pelengkap berdirinya Sulbar karena salah satu syarat berdirinya provinsi harus ada universitas,” kata Chuduriah.

Ia menambahkan sinergi antara pihak kampus dan kepolisian telah berjalan dengan baik, beberapa hari sebelum Kapolda Sulbar bertandang ke Unasman, Kapolres Polman telah lebih dahulu membawakan ceramah di kampus, selain itu, kata Chuduriah, sebagai salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terkemuka di Sulbar sejumlah Dosen Unasman telah mendapatkan dana hibah penelitian sekira Rp800 juta.

“Tidak semua PTS mendapatkan dana hibah itu kini kami tinggal menunggu pencairan dan di Unasman ini terdiri dari mahasiswa beraneka suku dan agama,” tambahnya.

Chuduriah juga menyampaikan saat ini Unasman telah melahirkan 20.000 lebih alumni dan setiap tahunnya mewisuda 600 hingga 700 mahasiswa, bahkan renovasi dan pembangunan gedung kampus telah memasuki tahap finishing.

“Saya juga berharap anak-anakku memperhatikan banyaknya info hoax dan harus hati hati menyebarkan karena bisa menjadikan anak-anakku jadi tersangka,” ungkap Chuduriah.

Sedangkan, Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharuddin Djafar mengungkapkan setiap kejadian telah tercatat di lauh mahfudz sehingga kegiatan kuliah umum ini berarti Allah SWT telah memberikan kesempatan dan kekuatan iman, ia berharap seluruh mahasiswa terlebih dahulu selalu membangun jiwanya dengan rutin beribadah.

“Dalam lagu kebangsaan Indonesia raya disebutkan bangunlah jiwanya, bangunlah badannya maka jauh lebih lebih penting di awali membetulkan jiwa daripada raga. Nafkah batin itu adalah iman yang bisa kita dapatkan jika kita sering ke tempat ibadah,” tutur Baharuddin.

Sementara itu, mahasiswa jangan coba mengambil apabila ada hak orang lain, dimasa kecilnya di daerah Kabupaten Bone, Sulsel, Baharuddin Djafar bercerita pernah berjualan es keliling demi membantu perekonomian keluarganya.

“Orang tua saya berasal dari Enrekang, saya sendiri lahir di Makassar dan besar di Bone. Jadi dari manapun kita siapapun kita kalau niat kita besar maka kita diberikan bantuan oleh Allah SWT,” terangnya.

Selaim itu, menurutnya orang tua adik-adik mahasiswa sudah mengeluarkan pikiran dan tenaganya demi melihat anaknya sukses, maka sebagai seorang anak penghargaan kepada orang tua adalah suatu kewajiban, sehingga ia berpesan mahasiswa harus pandai membawa diri dalam menghargai orang lain.

“Saya hanya ingin mengatakan bahwa orang tua banting tulang di kampung hanya untuk melihat anaknya berhasil menjadi seorang pemimpin. Jangan sampai membuat ibu dan ayah menjadi sedih, tugas kita sekarang bagaimana memberikan spirit kepada ibu dan ayah,” tandasnya.(ali/hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *