Demo Tolak UU MD3 Ricuh

oleh -145 views

sulbarexpress.fajar.co.id, MAJENE – Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Perjuangan Mahasiswa Majene terlibat kericuhan dengan polisi saat berunjuk rasa menolak revisi UU MD3, di depan Kantor DPRD Majene, Senin 19 Maret.

Satu mahasiswa mengalami luka saat terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dengan polisi.

Awalnya aksi unjuk rasa berjalan damai. Massa dari sejumlah organisasi kemahasiswaan menggelar longmarch dari Bundaran Patung Pusat Kota Majene menuju ke kantor DPRD Majene.

Setibanya di depan kantor DPRD, para mahasiswa sudah disambut puluhan anggota Polres Majene untuk melakukan pengamanan. Massa pun hanya bisa berorasi sembari membentangkan spanduk berisi tuntutan mereka yang dibentangkan di pagar gedung DPRD Majene.

“Kami menolak revisi UU No 17 tahun 2014 tentang MD3 karena bertentangan dengan UUD 1945. Ketika UU MD3 disahkan, maka sudah mencederai demokrasi. Karena DPRD juga tidak mau dikritisi,” kata kordinator Aksi Nanda Haedar.

Suasana mulai memanas saat para mahasiswa yang berusaha membakar keranda mayat, namun dihalangi anggota polisi, sehingga aksi saling dorong antara mahasiswa dengan polisi pun terjadi membuat seorang mahasiswa mengalami luka.

Suasana akhirnya mereda, setelah kordinator aksi meminta agar petugas kepolisian mundur dari barisan mahasiswa. Aksi saling dorong antara mahasiswa dengan petugas Kepolisian sempat ditonton sejumlah pelajar dari SMP dan warga lainnya yang melintas didepan Kantor DPRD Majene.

“Kami tidak terima atas tindakan represif yang dilakukan dari polisi, ini sudah tindakan keterlaluan, kami ini melakukan aksi dengan damai, lihat pak ini kaki saya luka,” kata salah seorang Mahasiswa.

Semetara itu, Kapolres Majene AKBP Asri Effendy melalui telpon membantah jika terjadi tindakan pemukulan terhadap mahasiswa saat melakukan aksi unjukrasa.

“Tidak ada anggota kami yang memukul, yang terjadi hanya aksi saling dorong petugas dengan mahasiswa, karena mereka mau membakar ban dan keranda mayat, namun dihalangi petugas, untuk kepastiannya nanti saya minta laporan dari propam,” kata Asri.(hfd/smd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *