Empat Pelaku Penyebar Hoax Diamankan

oleh -245 views

sulbarexpress.ajar.co.id, POLEWALI – Empat orang pelaku penyebaran Informasi hoax di media sosial facebook yang menjelaskan bahwa akan dilaksanakan acara nikah gratis di Mapolres Polewali kini diamankan aparat kepolisian untuk dimintai keterangan, Selasa 20 Maret.

Informasi pendaftaran nikah gratis tersebut memang terlihat ada kejanggalan pasalnya tertulis Mapolres Polewali bukan Mapolres Polman, bahkan huruf font tulisan Polewali terlihat agak kecil dari font aslinya.

Kapolres Polman AKBP Muhammad Rifai mengungkapkan saat ini pihaknya tengah melakukan proses penyelidikan untuk mencari tahu apakah pelaku ini dapat dijerat undang-undang IT, lantaran mereka hanya memposting pemberitaan nikah gratis.

“Malam tadi kita sudah amankan empat orang pelaku penyebar hoax acara nikah gratis,” kata Rifai.

Menurutnya, informasi yang sebenarnya sebelum diubah oleh pelaku adalah acara nikah gratis yang akan dilaksanakan di salah satu Mapolres di Jawa Timur, sehingga dengan beredarnya informasi hoax ini tanggapan masyarakat pun beragam ada yang percaya dan ada juga yang sudah menilainya bohong.

“Sosialisasi pencegahan berita bohong telah kami lakukan dengan dirilisnya statement anti hoax dan anti Sara,” ungkap Rifai.

Rifai juga menyampaikan berselang dua hari setelah disebarkan, sampai saat ini belum satupun masyarakat yang ingin mendaftar mengikuti acara nikah gratis ini.

“Untungnya belum ada warga yang daftar, kita dapat informasi dari postingan di facebook dan memang ada beberapa masyarakat yang menanyakan secara langsung,” ungkap Rifai.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Polman AKP Niki Ramdhany mengungkapkan empat orang yang diamankan diduga hanya meneruskan postingan sehingga belum dapat dijadikan tersangka.

“Mungkin dia begitu lihat dianggap menarik terus disebarkan,” terangnya.

Meski demikian, Hubungan antara keempat pelaku ini akan ditelusuri untuk mencari tahu apakah mereka sudah saling kenal antara satu dengan yang lainnya, adapun barang bukti yang diamankan adalah Hand phonenya (HP) masing-masing pelaku lantaran mereka memposting melalui HP nya.

“Kita cari tahu dulu apakah mereka ada korelasinya atau hanya sekedar meneruskan postingan, apakah masuk pasal pidana dalam undang-undang ITE atau tidak,” tandasnya.(ali/hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *