Kajian Ekonomi Sulbar 2018, Basis Utama Butuh Perhatian Lebih

oleh -195 views

sulbaexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Pertumbuhan ekonomi Sulbar terus mengalami kemajuan. Bahkan beberap tahun terakhir selalu berada di atas pertumbuhan nasional.

Contohnya pada pencapaian tahun 2017 sebesar 6,7 persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi nasional hanya mencapai 5,1 persen. Hal itu, terungkap dalam diseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) yang dilaksanakan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Sulbar, Selasa 20 Maret.

Kepala KPw BI Sulbar Dadal Angkoro mengatakan diseminasi dilaksanakan dalam rangka memperkuat komunikasi dan koordinasi antar pemangku kepentingan, menyamakan persepsi, mengurai potensi ekonomi serta merumuskan sinergi pengembangan potensi ekonomi lokal.

“Kita targetkan untuk 2018 itu 6,8 sampai 7,2 persen, sedangkan pola pertahunnya triwulan pertama 2018 kira-kira akan lebih rendah angkanya kita belum tahu, ini kita kira-kira setelah melihat hasil yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar dimana per triwulan selalu mengalami turun naik,” kata Dadal.

Ia menambahkan potensi yang dimiliki Sulbar yang cukup besar terutama pada sektor pertanian dan industri pengolahan yang memiliki andil dalam pertumbuhan ekonomi pada tahun 2017 lalu.

“Pertumbuhan ekonomi memerlukan sinergitas dengan segenap pihak, diharapkan dapat memberikan lompatan pertumbuhan ekonomi ke arah yang lebih baik dengan proses yang lebih cepat seperti meningkatkan daya saing daerah, kemandirian usaha, perbaikan mental menuju kemandirian ekonomi, peningkatan produksi khususnya ketahanan pangan, peningkatan akses pembiayaan UMKM, dan penguatan kapasitas usaha,” tambahnya.

Dadal juga menyampaikan target dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi tahun 2018 diharapkan tidak berbanding jauh maupun mengalami penurunan dengan apa yang dihasilkan pada tahun 2017.

“Sektor pertanian, industri, konstruksi, dan perdagangan yang perlu diperhatikan. Kaitannya dengan inflasi kita yang lebih banyak disebabkan oleh pangan seperti beras dan ikan, sehingga pertumbuhan ekonomi percuma naik jika inflasi mengalami kenaikan, makanya ini yang perlu kita perhatikan secara bersama-sama agar inflasinya terjaga dan pertumbuhan ekonomi juga mengalami kenaikan,” ungkap Dadal.

Kepala BPS Sulbar Suntono mengungkapkan Sulbar bisa mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan jika sektor pertanian yang menjadi basis pendapatan masyarakat itu mendapat perhatian khusus atau lebih.

“Begitupun sektor lapis kedua seperti perdagangan, industri maupun konstruksi juga diperhatikan supaya basis pertama dan kedua itu tumbuhnya sinergi. Tapi dilihat anggaran yang disiapkan yang cukup minim tidak akan bisa meningkatkan,” tutur Suntono.

Sementara itu, pendapatan masyarakat Sulbar kebanyakan ada pada sektor pertanian, sehingga kemiskinan lebih banyak. Jika ini tidak ditangani dengan baik, tetapi apabila diberikan perhatian yang khusus maka pengurangan kemiskinan akan terjadi di Sulbar.

“Inilah menjadi tantangan pemda untuk menangani persoalan ini ditambah lagi pengangguran akan terus terjadi. Menurut saya yang perlu diperhatikan di pertanian jadi meskipun kita menggolontorkan banyak anggaran kalau tidak tepat sasaran maka tidak akan bisa mengalami kenaikan pertumbuhan ekonomi Sulbar,” tandasnya.

Selain itu, peran masing-masing pemkab juga sangat dibutuhkan untuk menggarap potensi yang dimilikinya dan terus berupaya melakukan inovasi maupun meningkatkan produktifitas. (hab/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *