Kalender Paslon Terpasang di Masjid, Panwaslu Akui Kecolongan – Sulbar Express
Demokrasi

Kalender Paslon Terpasang di Masjid, Panwaslu Akui Kecolongan

sulbarexperess.fajar.co.id, POLEWALI – Kalender Paslon nomor urut 2 AIM-beNar terpasang di Masjid Al Masdar Kecamatan Matakali, melanggar aturan yang sudah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama dengan Panwas Polman.

Mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada kalender pasangan calon (Paslon) nomor urut dua terpasang di dalam Masjid Al Masdar Kecamatan Matakali, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Polman akui pihaknya kecolongan.

Ketua Panwaslu Polman Suaib Alimuddin mengatakan pihaknya jauh hari sebelumnya sudah menginstruksikan kepada seluruh Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) untuk membersihkan semua alat peraga kampanye (APK) yang terpasang di tempat ibadah maupun instansi pemerintah.

“Kita kecolongan sesungguhnya ini karena dari awal kita sudah sampaikan bahwa setiap tempat ibadah termasuk instansi pemerintah ataupun sekolah-sekolah agar tidak memasang APK disitu,” kata Suaib.

Meski demikian, kalender paslon yang terpasang mesjid Al Masdar itu sudah diturunkan oleh panwascam Matakali dalam waktu singkat setelah mendapat kabar dari warga.

“Kalender paslon itu ditemukan oleh warga kemudian kami disampaikan untuk menindaklanjuti hal itu dan dalam waktu yang cepat Panwascam menurunkan itu,” ungkap Suaib.

Ia berharap kepada semua tim paslon baik nomor urut satu maupun nomor urut dua untuk tidak menggunakan tempat ibadah maupun lembaga pemerintahan dalam hal kepentingan kampanye ataupun paslon karena itu sangat dilarang oleh undang-undang.

“Jangan menggunakan tempat ibadah, instansi pemerintah ataupun lingkup Kemenag untuk kepentingan kampanye,” harap Suaib.

Mengenai kasus kalender ditempat ibadah ini, pihaknya hanya memberikan sanksi teguran karena oknum yang memasang kalender tersebut tidak diketahui, sebab itu, kata Suaib, pembersihan APK seperti ini meskipun tidak ada laporan secara resmi yang masuk, namun jika ada warga yang melihat adanya indikasi pelanggaran silahkan melaporkan ke Panwascam terdekat lalu diteruskan ke Panwaslu.

“Kita sampaikan teguran secara lisan saja, Klarifikasi panwascam kami menyampaikan ke pengurus Masjid kemudian pengurus Masjid bilang silahkan diturunkan. Jadi mereka hanya berkoordinasi saja menurunkan gambar itu sebab tidak dibenarkan,” jelasnya.

Selain itu, seluruh Panwascam telah dihimbau untuk mengecek seluruh Masjid yang ada di desanya masing-masing dan mereka sudah menyampaikan bahwa tidak ada Masjid yang terpasang kecuali Masjid Al Masdar di Matakali.

“Sesuai gambar yang kami lihat itu adalah gambar paslon nomor urut dua,” tandasnya.(ali/hab)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top