Diharap Semua Dukung Program Penanggulangan TBC

oleh -119 views

sulbarexpress. fajar.co.id, MAJENE – Penderita penyakit tuberculosis (TBC) di Indonesia diperkirakan mencapai 1.020.000 kasus. Untuk wilayah Majene kurang lebih 321 kasus.

“Dari jumlah ini masih ada yang putus pengobatan,” urai Bupati Majene Fahmi Massiara pada peringatan hari TBC se-Dunia 2018, di pelataran Gedung Assamalewuang Majene, Minggu 25 Maret.

Kata Fahmi, peringatan hari TBC se-Dunia dikemas “Peduli TBC Indonesia Sehat” dengan aksi temukan tuberkulosis obati sampai sembuh (TOSS TBC) dengan harapan dapat mendorong dan meningkatkan peran serta dan dukungan masyarakat dalam program penanggulangan TBC.

“Seluruh lapisan masyarakat dan segenap jajaran lintas sektor serta pemangku kepentingan diharapkan mendukung program penanggulangan TBC dan memprioritaskan TBC sebagai masalah yang harus diselesaikan bersama,” ungkap Fahmi.

Ia menyampaikan, penghargaan kepada seluruh kader dan masyarakat turut serta mengetuk pintu rumah warga untuk menyampaikan edukasi TBC dan mengajak warga yang bergejala TB untuk memeriksakan diri ke Puskesmas setempat.

“Saya apresiasi semua pihak yang berpartisipasi menyiapkan dan menyelenggarakan serta menjadi bagian dari kegiatan puncak HTBS,” ujar Fahmi dihadapan para undangan.

Fahmi juga berharap, agar masyarakat melaksanakan secara berkesinambungan, intensif dan penuh semangat khususnya di Majene, tentang orang yang terduga TBC dapat ditemukan dan diobati sampai sembuh guna mewujudkan Indonesia dan Dunia eliminasl TBC 2030.

“Peran serta keluarga dan mantan pasien TB adalah kunci utama suksesnya gerakan TOSS TB. Juga keberhasilan para mantan pasien TBC untuk menjadi motivator bagi pasien Iainnya,” sebut Fahmi.

Kata dia, orang terduga TBC ditandai dengan gejala batuk terus menerus, seringkali disertai berat badan menurun, kadang sesak nafas dan berkeringat pada malam hari tanpa melakukan aktifltas.

Penularan TBC sambungnya, juga berisiko pada sekelompok orang yang tinggal di tempat yang tidak memenuhi syarat kesehatan, seperti di sekolah, tempat kerja dan masyarakat yang tinggal di Iingkungan yang padat dan kumuh.

“Para penanggung jawab penyakit ini, perlu mengambil langkah nyata dalam upaya penemuan dan pengobatan TBC secara dini, sehingga penularannya dapat dicegah,” tandas Fahmi.(hfd/smd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *