Jika Miliki Kapasitas, Salim : Semua Warga Polman Layak Jadi Pemimpin – Sulbar Express
Demokrasi

Jika Miliki Kapasitas, Salim : Semua Warga Polman Layak Jadi Pemimpin

Kampanye dialogis Salim Mengga di Pekkabata.

sulbarexpress.fajar.co,POLEWALI – Calon Bupati Polman periode 2018- 2023 Salim S Mengga menggelar kampanye dialogis di salah satu rumah warga di depan kantor Lapas Polewali di jalan Elang Kelurahan Pekkabata, Senin 26 Maret.

Kampanye Paslon nomor urut 1 ini dihadiri ratusan warga setempat, yang antusias mendengar penyampaian program Salim Mengga jika dipercaya masyarakat Polman menjadi Bupati.

Calon Bupati Polman Salim S Mengga mengatakan apabila terpilih, dirinya berjanji menggerakkan roda perekonomian di Polman dengan program pemberdayaan masyarakat, perbaikan insfrastruktur jalan serta menyiapkan lapangan kerja bagi pengangguran.

“Jadi kita harus mampu menggerakkan ekonomi kita sendiri dengan kekuatan masyarakat kita sendiri karena itu berdayakan masyarakat,” kata Salim.

Ia menambahkan bila setiap warga sudah ada pekerjaannya, maka pemasukan daerah akan banyak yang masuk, lantaran peredaran uang akan berputar di Polman, begitupun apabila rakyat sejahtera maka beban pemerintah juga menjadi ringan.

“Tapi kalau standar hidup kita rendah, apalagi yang didapat ke pemerintah kecuali proposal, karena itu yah harus kita bangun dan rakyat kita berdayakan dulu,” tambahnya.

Salim juga menyampaikan akan melakukan peningkatan perbaikan kualitas beragama, karena itulah, imam, perangkat masjid dan pendeta akan disisihkan gaji bulanan sebesar Rp.1 juta perbulan.

“Jangan hanya diberi 100 ribu rupiah sebulan karena apa yang akan dimakan keluarganya kalau penghasilan begitu, Kedepan kita harus kasih dia minimal.Rp.1 juta kalau kondisi baik kita kasih dia Rp.3 juta karena itu cara menghargai pemuka agama, program ini Insha Allah bisa saya laksanakan,” ungkap Salim.

Sementara itu, dirinya juga menyoroti alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Polman yang sebagian besar habis untuk belanja modal pegawai, sebab itu, Salim menggambarkan gaji Bupati yang berkisar Rp.6 jutaan, namun belanja rumah tangga Bupati, Wakil Bupati dan Sekda mencapai Rp.30 miliar rupiah pertahun akan ia kurangi untuk didonasikan demi kepentingan kesejahteraan rakyat.

“APBD kita habis belanja modal pegawai tetapi sekarang anggaran rumah tangga Bupati, Wakil Bupati dan Sekda kalau saya tidak salah mencapai Rp.30 miliar pertahun, saya bingung juga apa itu yang dimakan, anggaran ini semualah yang akan kita kurangi adapun kelebihannya kita pakai untuk mensejahterakan masyarakat kita, itu harapan kita kedepan,” ujarnya.

Bahkan, lanjut Salim kedepan apabila dipercaya rakyat menjadi memimpin Polman, dirinya berjanji tidak akan ada lagi pengusaha atau kontraktor dimintai fee proyek sekian persen tetapi semua nol persen supaya kualitas pekerjaannya bagus.

“Satu permintaan saya kepada kontraktor di Polman harus ada kompensasi sosialnya kepada kaum dhuafa, karena itu dibuatkan yayasan untuk menyisihkan sedikit keuntungan dari proyeknya dari hasil sumbangannya yang terkumpul akan diberikan kepada orang miskin,” paparnya.

Ia juga berpesan hanya memiliki waktu lima tahun memperbaiki Polman setelah itu dirinya akan mundur dari semua kegiatan politik, lantaran Salim memikirkan faktor usia yang terus bertambah, sebab ia juga tidak mau menjadi pemimpin yang cara berpikir dan tenaganya mulai berkurang karena faktor usia.

“Sebab kita hanya bisa melaksanakan program ini jika kita bisa memenangkan Pilkada,karena itulah bila terpilih paling lama saya lima tahun mengabdi setelah itu saya mundur,” bebernya.

Selain itu, dirinya juga tidak ingin cita-cita generasi muda menjadi pemimpin terkekang karena adanya sistim politik dinasti, lantaran yang dilirik cuma melihat faktor keturunan anaknya S.Mengga atau anaknya Masdar tapi semua masyarakat yang mempunyai kredibilitas layak jadi pemimpin.

“Semua masyarakat Polman yang mempunyai kapasitas bisa jadi pemimpin. Jadi tidak ada istilah anaknya S Mengga atau anaknya Masdar,” terangnya.

Menurutnya, semua pemimpin meskipun dirinya bodoh tetap akan merasa nyaman tetapi resikonya kalau pemimpin bodoh imbasnya ke rakyat yang pasti akan sengsara. Olehnya, ia berharap masyarakat Polman harus bisa menciptakan pemimpin yang cerdas dan bermoral baik.

“Kalau pemimpinnya cerdas dan baik rakyatnya pasti ikut baik,” tandasnya.(ali/hab)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top