Komunitas Wija Tho Bone Bedah Rumah Saharia

oleh -21 views

Senyum lebar kini telah muncul di wajah Saharia warga Jalan TVRI. Hal ini dikarena rumah tempat tinggalnya kini sedang dibedah oleh Komunitas Wija Tho Bone (keturana warga Bone) di Mamuju.

Catatan: HABLUDDIN

SAHARIA menceritakan awalnya dia kaget ketika didatangi oleh beberapa orang yang mengaku komunitas Wija Tho Bone. Mereka mengatakan akan memperbaiki rumah yang telah ditempatinya selama ini. Namun dia sempat menolak karena tidak memiliki dana. Tetapi setelah dijelaskan bahwa semua biaya ditanggung, dia langsung setuju dan melakukan sujud syukur.

“Saya tidak tahu harus membalasnya dengan apa semua bantuan ini. Selama ini jika ada kerusakan di rumah kami hanya ditempel dengn barang bekas,” kata Saharia sambil menatap para pekerja pembedah rumahnya dari kejauhan, Minggu 25 Maret.

Lebih lanjut ibu enam anak itu juga menuturkan selama ini dirinya belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat. Meski demikian pihaknya juga enggan terlalu berharap bantuan. Pasalnya dia bersama suaminya (Asri) berpendapat mungkin warga yang mendapatkan bantuan kehidupannya jauh lebih kekurangan darinya.

“Kami sempat didata beberapa tahun lalu untuk mendapatkan bantuan, namun sekarang belum pernah mendapatkan bantuan. Untung ada komunitas Wija Tho Bone yang membantu kami,” tuturnya wanita yang berprofesi sebagai buruh cuci ini.

Salah seorang anggota komunitas Padli menjelaskan kegiatan bedah rumah yang dilakukan komunitasnya merupakan aksi sosial semata. Dimana semua bahan dan biaya bedah rumah berasal dari sumbangan anggota komunitas.

“Kegiatan ini pertama kali kami lakukan, namun insyallah akan terus berlanjut. Selain bedah rumah kami juga rutin melakukan aksi sosial setiap hari Jumat yang dinamai Jumat berkah. Kami menyambangi warga kurang mampu dan memberikan mereka bantuan sembako serta pakaian,” ucapnya Padli.

Lebih lanjut pria yang berprofesi sebagai Dekan Hukam di Universitas Tomakaka juga meminta kepada pemda untuk melakukan pendataan warga miskin. Pasalnya beberapa warga yang diberikan sembako oleh komunitas Wija Tho Bone belum tersentuh bantuan sama sekali.

“Kegiatan yang kami gelar ini murni kegiatan sosial. Semua bahan yang kami bagikan kepada masyarakat berasal dari sumbangan anggota komunitas,” tandasnya. (*/sol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *