Mengaku Kecewa, Pengungsi Banjir Tinggalkan Posko Gedung PKK

oleh -150 views

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Sebanyak 216 pengungsi korban banjir bandang memilih meninggalkan posko di gedung PKK Mamuju. Mereka kembali ke Mapolres Mamuju, tempat semula pasca banjir.

Hal itu lantaran, para pengungsi merasa kecewa akan kata-kata yang dilontarkan salah satu petugas posko penampungan korban bencana di gedung PKK. Akibat kata-kata yang tidak mengenakkan hati itu seluruh pengungsi akhirnya minggat dan kembali ke Mapolres Mamuju sebagai tempat pengungsian sementara pada Senin pagi, 26 Maret.

Salah seorang pengungsi, Umar (43) menuturkan bahwa kata-kata yang dikeluarkan oleh oknum petugas posko bencana gedung PKK sangat melukai hati para pengungsi yang baru saja ditimpa bencana.

“Siang hari ketika kami di sana (gedung PKK, red) ada ibu yang pidato bilang bahwa kami tidak selamanya akan tinggal di tempat itu. Ia bilang kami sebaiknya pulang berkegiatan seperti biasanya, jangan hanya makan tidur makan tidur saja,” papar Umar.

Ia juga menambahkan ada pula perkataan yang terlontar dari petugas lain yang menyebut para pengungsi hanya membebani para petugas posko.

“Ada juga bilang pak, kalian ini datang bikin repot saja. Ibu yang pidato itu juga bilang bahwa bantuan yang ada di posko bukan untuk kami sehingga jangan berharap akan dapat bantuan itu karna bantuan itu juga untuk korban yang lain,” tambah umar.

Ia pun mengakui bahwa seluruh perkataan yang terlontar itu memang benar, namun penyampaian yang diberikan sangat kasar sehingga melukai hati seluruh para pengungsi.

“Kami akui, kami tidak selamanya akan mengungsi, kami pasti akan kembali ke aktivitas kerjaan kami seperti biasa, kami juga tidak mengharap bantuan yang tidak menjadi hak kami, kami tidak akan minta itu kalau tidak dikasi. Tapi kondisi saat ini seperti ini, kami baru saja tertimpa musibah, perlahan-lahan kami berbenah. Kata-kata itu sungguh tidak pantas diberikan kepada kami,” ungkap Umar dengan mata berkaca-kaca.

Mendengar perkataan oknum petugas posko pada saat itu, spontan para pengungsi berkemas dan meninggalkan posko penampungan korban bencana milik pemerintah itu pada siang hari, Minggu 25 Maret. Mereka kembali ke tempat tinggal mereka yang baru saja rusak diakibatkan banjir dan bermalam di sana.

Mereka menolak kembali ke posko yang menghina mereka. Umar mengungkapkan malam hari petugas Polres Mamuju datang menghampiri mereka dan mengajak mereka untuk mengungsi sementara kembali ke Mapolres Mamuju agar tak terjadi hal yang tak diinginkan.

Wakapolres Mamuju, Kompol Zulkarnain mengungkapkan bahwa kembalinya para pengungsi korban banjir tersebut tidak sama sekali mengganggu kinerja pelayanan kepolisian yang dibawahinya. Ia justru senang masyarakat merasa lebih nyaman berada di Mapolres Mamuju.

“Tugas Kepolisian ialah melayani masyarakat dan ini wujud spontanitas kami selaku jajaran Polri demi kemanusiaan. Jika masyarakat senang di sini, silahkan. Yang jelas mengenai logistik dan bantuan kami mengatur agar tidak terjadi kerancuan penyaluran,” tegas Kompol Zulkarnain.

Menanggapi alasan kekecewaan pengungsi korban banjir hingga meninggalkan posko penampungan sementara di gedung PKK Mamuju, Kepala BPBD Mamuju Hamdan Malik mengungkapkan bahwa hal tersebut hanya kesalapahaman para pengungsi dengan penyampaian petugas posko.

“Yang disampaikan petugas kami itu normatif. Maksudnya itu kami mengimbau kepada para pengungsi menggunakan waktu senggangnya untuk membersihkan lokasinya atau memperbaiki rumahnya yang kemarin terkena banjir sehingga proses pengungsian bisa cepat selesai,” ungkap Hamdan Malik.

Ia pun menepis dugaan pengungsi bahwa pihaknya tidak menerima baik keberadaan pengungsi di posko penampungan di gedung PKK itu.

“Ini hanya kesalahpahaman, masyarakat terlalu cepat menafsirkan yang tidak seharusnya, apalagi yang mendengar itu banyak yang baru saja bangun tidur, sehingga penyampaian tidak dipahami dengan baik,” tandas Hamdan.

Setelah ditinggalkan oleh pengungsi, gedung PKK kini dijadikan dapur induk yang akan menyalurkan makanan para pengungsi di seluruh posko penampungan di Mamuju. (bal/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *