Kunjungan Menko PMK ke Mamuju, Bawa Harapan Baru Bagi Korban Banjir

oleh -94 views

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani secara khusus bertandang ke kota Mamuju, Selasa 27 Maret. Kedatangannya tersebut untuk meninjau korban bencana banjir bandang yang terjadi sepekan lalu.

Kedatangan cucu proklamator bangsa tersebut disambut antusias masyarakat yang menjadi korban banjir. Tak hanya datang berkunjung, Puan juga turut memberi bantuan berupa perlengkapan sekolah, perlengkapan dapur rumah tangga, bahan makanan, serta uang tunai yang bakal menjadi dana talangan untuk membiayai sejumlah kebutuhan warga sebanyak Rp250 juta.

“Saya akan pastikan kebutuhan makanan dan minuman puas, dan saya harap agar anak-anak dapat segera kembali bersekolah. Kalau bisa besok, sudah dapat kembali bersekolah disekolahnya masing-masing agar tidak ketinggalan pelajarannya. Untuk bantuan yang akan didapat ini nanti didata dulu oleh BNPB baru diberikan ke yang sudah terdata,” kata Puan.

Mengenai musibah banjir Mamuju, Puan Maharani juga telah memerintahkan BNPB agar berkoordinasi dengan BPBD setempat bersama Pemda Mamuju dan Pemprov Sulbar untuk melakukan antisipasi dan mencari akar permasalah terjadinya banjir bandang tersebut.

“Saya sudah meminta perhatian bupati dan gubernur agar jangan sampai dikemudian hari kejadian ini terulang kembali, yang pasti sungai memang menjadi masalah sehingga meluap akibat hujan yang terus menerus. Itu perlu kita tata juga saluran air ini perlu langkah apa saja yang harus dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal seperti ini,” papar Menko PMK.

Selain itu ia juga telah meminta kepada Kementerian Kesehatan untuk melakukan pendataan mengantisipasi penyakit yang muncul pasca bencana banjir bandang.

“Tentu saja pasca banjir bandang ini saya telah meminta kepada Kementerian Kesehatan untuk mengantisipasi jangan sampai ada penyakit yang menimpa warga. Yang jelas seluruh prosedur telah dilakukan,” tambah Puan Maharani.

Salah seorang warga yang tertimpa musibah, Zubaidah yang sempat bercengkrama dengan Menko PMK RI itu di depan podium menuturkan bahwa dirinya merasa bersyukur bahwa seluruh anggota keluarganya selamat dalam musibah banjir bandang yang dialaminya meski seluruh barang-barang perabotannya tak bisa ia selamatkan.

“Alhamdulillah seluruh cucu dan anak saya selamat, meski barang-barang direndam banjir semua. Anak saya sembilan, cucu kurang lebih tigapuluh,” ucap wanita paruh baya itu disertai riuhan tawa masyarakat yang mendengarnya.

Ia pun merasa senang dengan kedatangan salah satu pejabat tinggi negara tersebut. Ia pun tak meminta banyak kepada menteri, apapun yang diberikan padanya akan diterimanya. Hanya satu permintaannya yang nyeleneh di mata masyarakat yaitu ingin diajak ke Jakarta.

“Ndak ada ji kuminta nak, apa saja kita kasih, ya kuterima. Kalau permintaan, mungkin bisa diajak ke Jakarta,” ungkap Zubaidah yang turut disertai tawa Puan Maharani.

Sementara itu, Rini siswi kelas enam SDN Karema yang juga salah satu korban banjir bandang mengungkapkan kepada Puan Maharani bahwa dirinya kini belum dapat bersekolah lantaran sepatu dan seluruh pakaian seragamnya kotor terendam lumpur.

“Kemarin waktu banjir saya tinggal di rumah kakak, pas banjir semua kena air jadi tidak bisa sekolah. Besok rencananya saya kembali sekolah bu,” ungkap Rini yang saat itu turut diberikan tantangan menghapal Pancasila oleh Menko PMK RI tersebut.

Selain bantuan yang diberikan Puan Maharani, para pengungsi banjir bandang tersebut turut mendapat bantuan berupa 10 ton beras dari Wakapolri Komjen Pol Syafruddin. Untuk dana Rp250 juta merupakan anggaran dari BNPB yang akan digunakan sebagai dana rehab rekon atau dana siap pakai yang salah satu fungsinya membenahi rumah warga yang rusak usai didata. (bal/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *