Pemprov Sarankan Sekolah Gelar Ujian Secara Berkala

oleh -123 views

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Pemprov Sulbar turun langsung meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dibeberapa sekolah yang ada di Mamuju, Senin 2 April.

Bahkan Pemprov Sulbar kini konsentrasi melakukan peningkatan mutu pendidikan. Beberapa program telah dilakukan mulai dari pemberian beasiswa hingga mendirikan sekolah unggulan boarding school.

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengatakan perlu ada inovasi yang dilakukan pihak sekolah, misalnya rutin memberikan ujian. Dimana ujian bukan hanya untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa saja, tetapi juga sebagai jalan untuk meningkat kemampuan tenaga pendidik.

“Kalau perlu setiap pekan ada ujian untuk mengetahui tingkat penyerapan materi, agar para pengajar selalu mengupdate ilmunya melalui ujian tersebut,” kata Gubernur saat meninjau pelaksanaan UNBK di SMKN 1 Mamuju, Senin 2 April.

Ia menambahkan pihaknya akan menyediakan penghargaan kepada tenaga pengajar yang mendapat prestasi, baik dalam bentuk sekolah maupun tunjungan khusus.

“Kami juga tetap memberikan nilai plus bagi meraka yang berprestasi. Sehingga mereka (tenaga pengajar, red) juga akan mendapatkan peningkatan taraf hidup,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Barat Ahmad Syukri mengungkapkan pihaknya telah menyampaikan instruksi Gubernur mengenai proses ujian berkala sekolah.

“Ujian jangan dianggap sulit, tetapi ajang untuk mengetahui kemampuan diri baik siswa atau guru yang membuat soal. Kedua belah pihak akan seling mendukung,” ujarnya.

Sekretaris Disdikbud Sulbar Suardi Mappeabang menyampaikan untuk tahun 2018 jumlah sekolah yang melaksanakan UNBK meningkat di atas 30 persen.

Kata Suardi jika biasanya terkendala listrik dan jaringan. Untuk saat ini listrik tidak ada alasan lagi jika sekolah terkendala sebab setiap sekolah telah dianjurkan untuk mengadakan genset yang bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Listrik tidak ada masalah. Kecuali jaringan, itu soal lain,” ujar Suardi.

Sedangkan, lanjut Suardi, bagi sekolah yang belum memiliki jaringan internet akan ujian di sekolah terdekat yang memiliki jaringan atau sistem bergiliran.

“Misalnya, SMK yang lebih dulu laksanakan UNBK, bisa ujian di sekolah SMA. Demikian sebaliknya, giliran SMA melaksanakan ujian bisa ditempatkan di SMK,” terangnya.

Sementara, pengawasan UNBK tahun ini lebih ketat lagi dan dipastikan tidak ada kebocoran soal, karena siswa memiliki password (kata kunci) untuk membuka soal dan soal yang diberikan siswa memiliki urutan acak sehingga antara satu siswa dengan siswa lainnya memiliki urutan soal yang berbeda.

“Ini juga pelasanaan serentak seluruh Indonesia dan pihak panitia menjamin tidak ada bocoran soal, karena setiap provinsi memilikk soal yang berbeda-beda. Jadi sangat sulit untuk menyontek, apalagi kebocoran soal,” bebernya.

Selain itu, sekolah yang masih menerapkan ujian nasional secara manual atau tertulis. Pengawasannya digunakan sistem pengawasan silang.

“Setiap guru pengawas mendapatkan penempatan tugas di sekolah yang bukan tempatnya mengajar,” tandasnya. (hab/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *