Pengawasan Partisipatif Pemilih Pemula, Bawaslu Gelar Goes to School

oleh -28 views

sulbarexpress.fajar.co.id, PASANGKAYU – Untuk memberikan pengetahuan tentang pengawasan partisipatif di kalangan pemilih pemula, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulbar menggelar Goes to School.

Acara yang dibuka Wakil Bupati Pasangkayu HM Saal dan dihadiri ketiga komisioner Bawaslu Devisi SDM Sulfan Sulo, Devisi Penanganan Pelanggaran dan Penindakan Ansyarullah, dan Devisi Pencegahan Sunarno, di gelar di SMAN 1 Pasangkayu, Senin 2 April.

Dalam sambutan Wakil Bupati Pasangkayu HM Saal mengapresiasi kegiatan Goes to School di Pasangkayu. Pasalnya pengetahuan tentang pemilu sudah harus menjadi edukasi bagi siswa menengah atas yang sudah mempunyai hak pilih.

“Siswa di sekolah menengah atas kan sudah bisa kita pastikan sebagai sudah berumur 17 tahun. Maupun yang saat ini berumur 16 dan nanti pada pemilu 2019 juga akan menjadi pemilih pemula,” kata Saal.

Ia berharap kegiatan Goes to School yang dibawakan Bawaslu Sulbar ini akan menjadi pengetahuan baru para siswa dalam mewujudkan pemilu yang berkualitas tahun 2019 mendatang.

“Siswa dan siswi ini akan menjadi pemilih pemula dalam menentukan pemimpin yang berkualitas. Dan secara umum mereka inilah yang nantinya yang akan menentukan bangsa dan daerah kedepan,” singkat Saal.

Kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu Sulbar Sulfan Sulo mengungkapkan, jika kegiatan yang Goes to School yang digelar Bawaslu di Kabupaten Pasangkayu ini merupakan kabupaten yang ke empat setelah Polman, Majene, dan Mamuju.

Menurutnya, Goes to School ini bertujuan tidak lain untuk memberikan pengetahuan kepemilikan kepada pemilih pemula dan mendorong partisipatif pengawasan pemilu dikalangan pemuda dalam mensukseskan pemilu.

“Bagaimana peran serta kalangan pemula itu bisa menjadi bagian dari pengawasan bersama. Pemilu 2019 yang akan datang relatif baru, dikarenakan pemilu yang bersamaan, legislatif dan pilpres,” kata Sulfan.

“Mari menjadi pemilih cerdas dengan menolak politik uang. Mari laporkan dugaan pelanggaran yang terjadi di lingkungan atau di keluarga kita. Tidak memperhitungkan rekan jejak calon akan sangat berdampak jelek. Dalam pemilu akan datang, bagaimana kita bisa menjadi pemilu yang jujur dan adil,” tandas Sulfan. (ndi/sol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *