Mengukur Tingkat Investasi, BPS Pasangkayu Sosialisasi Penyusunan Disagregasi PMTB – Sulbar Express
Pelayanan Publik

Mengukur Tingkat Investasi, BPS Pasangkayu Sosialisasi Penyusunan Disagregasi PMTB

Sekretaris Daerah Pasangkayu HM Natsir saat membuka sosialisasi penyusunan disagregasi PMTB Badan Pusat Statistik (BPS) Pasangkayu, di aula Hotel Trisakasi, Kamis 5 April 2018.

sulbarexpress.fajar.co.id, PASANGKAYU – Dalam rangka penyusunan disagregasi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasangkayu menggelar sosialisasi penyusunan disagregasi PMTB. Kegiatan ini sebagai upaya mengukur tingkat investasi di daerah.

Sosialisasi dibuka oleh Sekretaris Daerah Pasangkayu, HM Natsir dan dihadiri 50 peserta dari perusahaan dan perbankan. Digelar di aula Hotel Trisakti, Kamis 5 April.

“Data-data BPS ini sangat menarik dan sangat dibutuhkan oleh banyak pihak, untuk dapat mengetahui sejauh mana investasi ini memegang peranan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga angka kemiskinan akan turun. Selain itu data PMTB juga menjadi sebuah alat ukur untuk mengevaluasi kontribusi investor dalam capaian pembangunan secara periodik,” kata Natsir.

Pemerintah dikatakan Natsir, melalui Peraturan Presiden RI Nomor 79 Tahun 2017 tentang Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2018 telah menetapkan prioritas nasional adalah pengembangan dunia usaha dan pariwisata. Output dari program prioritas tersebut yakni perbaikan Iklim investasi dan terciptanya lapangan kerja.

Dari survei BPS akan dapat diketahui beberapa indikator mengenai investasi menurut institusi, lapangan usaha bahkan jenis komoditi. Data-data yang dimiliki BPS, kata Natsir, sangat diperlukan oleh pemerintah sebagai pemangku kebijakan.

“Dengan data yang diberikan oleh BPS nantinya, Pemkab Pasangkayu lebih mudah untuk menyasar sektor mana saja yang diprioritaskan oleh pemerintah,” jelasnya.

Sementara Kepala BPS Pasangkayu, Ahmad Gunawan mengatakan bahwa sosialisasi yang juga dihadiri OPD lingkup Pemda Pasangkayu ini bertujuan agar informasi dan data PMTB lebih akurat. Sehingga pemerintah juga dapat mengetahui bagaimana investasi di berbagai sektor.

“Hal ini juga akan mendorong investor untuk berinvestasi di wilayah Pasangkayu. Dengan adanya data yang valid maka rencana pembangunan akan terlaksana dengan baik,” kata Ahmad.

Lebih lanjut Ahmad, inti dari semua potensi di Pasangkayu adalah kebutuhan akan investasi, karena dengan investasi maka perekonomian akan tumbuh sehingga kesejahteraan masyarakat dapat dicapai.

“Dengan adanya survei ini harapan kami adalah akan memiliki base data yang cukup baik dan valid. Kalau data kita valid maka investasi yang akan dilakukan menjadi terarah dan ekonomi akan berkembang kearah yang lebih baik,” tutup Ahmad. (ndi/sol)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top