Sosialisasi Disagresi Matriks PMTB, Upaya Mendorong Pembangunan Ekonomi – Sulbar Express
Mamuju

Sosialisasi Disagresi Matriks PMTB, Upaya Mendorong Pembangunan Ekonomi

Kepala BPS Sulbar Suntono menyampaikan materi saat acara sosialisasi PMTB di d'Maleo Hotel & Convention Mamuju.

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU — Dalam rangka mendorong investasi untuk pertumbuhan ekonomi yang berkulaitas di kabupaten Mamuju, Badan Pusat Statistik menggelar sosialisasi penyusunan matriks Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) di d’Maleo Hotel & Convention Mamuju, Jumat 13 April.

Sosialiasi tersebut sebagai implementasi dari kebijakan pemerintah pusat dalam percepatan fasilitasi penyelesaian masalah investasi, yang salah satunya dengan penyediaan data PMTB yang telah di disagresi berdasarkan institusi (pemerintah, swasta, dan BUMN) serta 17 sektor lapangan usaha yang ada.

Kepala BPS Sulbar Suntono saat memberi materi sosialisasi tersebut mengungkapkan bahwa langkah cepat pemerintah saat ini dengan membenahi data yang belum ada. Sebab saat ini data investasi di Indonesia sifatnya gelondongan, tidak dipecah-pecah berdasarkan institusi dan sektor lapangan kerja.

“Variabel utama dalam mendorong ekonomi yaitu investasi yang akan mendorong produksi. Kalau kita tidak memiliki formasi yang lengkap, atau data rinci maka orang berinvestasi akan sulit, olehnya disagresi PMTB ini penting, biar data yang dimiliki jelas supaya kita mudah menumbuhkan ekonomi,” ungkap Suntono.

Iapun memaparkan bahwa ekonomi Indonesia ditopang oleh banyak kaki, seperti instansi pemerintah, BUMN, swasta dan subsektor bidang usaha masyarakat yang terdiri atas 17 lapangan usaha.

“Jadi orang yang datang ke daeah kita akan tahu pasti informasi mengenai prospek investasi dan kemudahan berusaha. Ini juga akan berguna bagi pemerintah untuk mendorong ekonomi daerah kearah mana. Karena selama ini data kita sifatnya gelondongan, olehnya disagresi ini kita pecah-pecah supaya lebih rinci lagi datanya,” tambah Suntono.

Dalam Sosilaisasi PMTB itu turut hadir Akademisi Mamuju dibidang Ekonomi, Muhtar Baso yang juga merupakan Pudir II STIE Muhammadiyah Mamuju. Dalam pemaparannya ia menyebut Mamuju memiliki banyak potensi ekonomi untuk berinvestasi.

“Tingkat investasi kerap ditunjang oleh keamanan dan stabilitas politik, untuk Mamuju kita cenderung kondusif akan hal ini. Pada tahun 2017 ekonomi Mamuju tumbuh 8,97 persen. PDRB perkapita naik dari 28,24 juta menjadi 30,93 juta, kemiskinan menurun menjadi 6,40 persen, angka harapan hidup menjadi 66,5 persen,” ungkap Muhtar.

Ia juga turut mengapresiasi langkah pihak eksekutif dan legislatif dalam menumbuhkan ekonomi di Mamuju. Salah satunya dengan mendorong kemandirian Eekonomi dibidang pertanian sebagai lokomotif utama dan pengembangan usaha serta industri rumah tangga sesuai RPJMD Mamuju.

“Saat ini di DPRD Mamuju sementara mengkaji penghapusan perda yang dianggap bisa mempersulit investor, antara lain penghapusan Perda HO dan Perda SIUP (pengusulan), juga sedang dilakukan langkah percepatan Perda RTRW dan RDTR maupun pencanangan tol laut,” tambahnya.

Namun, Muhtar Baso menyanyangkan masih adanya acuan data dibeberapa instansi pemerintah yang belum update sehingga dikhawatirkan berdampak pada penyusunan RKPD dan kurangnya minat investor ke Mamuju.

“Beberapa tahun lalu KFC ingin membuka cabang di Mamuju, namun gara-gara pendapatan perkapita belum signifikan jadi mereka menunda membuka cabang. Sedangkan perusahaan seperti Sriwijaya yang hengkang dari Mamuju ini masih sementara kita kaji kenapa sampai hal ini terjadi,” ungkap Muhtar.

Muhtar pun memaparkan sejumlah destinasi wisata yang nantinya bakal dikembangkan untuk menunjang tingkat perekonomian dan juga mengembangkan moda transportasi dan tingkat akomodasi ke Mamuju.

Seperti kawasan pariwisata alam yang meliputi wisata pantai Lombang-lombang, Gunung Anjoro Pitu, wisata laut Pulau Karampuang, pemandian alam So’do Kali Mamuju, air terjun Tamasapi, air panas Padang Panga, wisata pantai Rangas, gua Saletto, Bukit Jati Gentungan, gua Belang-belang, pulau Bakengkeng, wisata pasir putih Tanjung Ngalo, gua Dungkait, air tejun Lebani, tambang emas tradisional.

Demikian halnya kawasan pariwisata budaya yang meliputi rumah adat Mamuju, pesta adat Masossor Manurung, Sikomandi Kalumpang, Kuburan Lasalaga, Kuburan Tanratu Pattanabali, Minanga Sipakko, serta Benteng Kondosapata. (bal/sol)

 

 

Disagresi Matriks PMTB

Berdasarkan Institusi
– Instansi Pemerintah
– BUMN
– Swasta

Berdasarkan Lapangan Usaha
– Pertanian
– Pertambangan
– Industri Pengolahan
– Pengelola Listrik dan Gas
– Pengadaan Air
– Konstruksi
– Perdagangan dan Reparasi
– Transportasi
– Akomodasi
– Informasi dan Komunikasi
– Pengelola Keuangan
– Real Estate
– Administrasi Pemerintah
– Jasa Keuangan
– Jasa Pendidikan
– Jasa Kesehatan
– Jasa Lainnya

========

Jumlah Usaha/perusahaan Hasil Sensus Ekonomi 2016
– Mamuju 59,48 %
Jumlah usaha 24,3 Ribu unit
UMB 1,40 %
UMK 98,60 %

– Mamuju Tengah 61,72 %
Jumlah Usaha 10,2 Ribu Unit
UMB 0,53 %
UMK 99,47 %

==========

Perbandingan Pertumbuhan Ekonomi Mamuju dan Sulawesi Barat 2016

Sulawesi Barat 6,01%
PDRB Harga Berlaku Rp 35,96 Triliun
PDRB Harga Konstan Rp 27,52 Triliun

Mamuju 7,9%
PDRB Harga Berlaku Rp 9,09 Triliun
PDRB Harga Konstan Rp 6,99 Triliun

Mamuju Tengah 4,97 %
PDRB Harga Berlaku Rp 2,49 Triliun
PDRB Harga Konstan Rp 1,90 Triliun

======

Kontribusi Ekonomi 2016

Mamuju
Konsumsi Rumah Tangga = 52,20 %
Konsumsi Pemerintah = 36,09 %
PMTB = 33,28 %

Mamuju Tengah
Konsumsi Rumah Tangga = 61,02 %
Konsumsi Pemerintah = 27,79 %
PMTB = 15,52 %

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top