TMMD ke-101 Polman, 30 Anak Desa Lenggo Ikut Khitanan – Sulbar Express
Pelayanan Publik

TMMD ke-101 Polman, 30 Anak Desa Lenggo Ikut Khitanan

Pelaksanaan khitanan massal dalam rangka TMMD ke-101 Polman.

sulbarexpress.fajar.co.id, POLEWALI –– Dalam rangka kegiatan sasaran non fisik TMMD ke 101 Kodim 1402/Polmas di Desa Lenggo Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, dilakukan khitanan massal yang diikuti oleh puluhan anak di wilayah setempat, Jumat, 13 April.

Khitanan Massal dalam bentuk bakti sosial tersebut dilaksanakan didua tempat diantaranya di Dusun Lenggo 2 yang diikuti 14 orang anak dan di dusun lenggo 1 sebanyak 16 orang.

Pada kesempatan itu, Dandim 1402/Polmas Letkol Arh Dedi Setia Arianto selaku Dansatgas TMMD ke 101 wilayah Kabupaten Polewali Mandar mengatakan bahwa ada beberapa kegiatan non fisik yang dilaksanakan dalam rangka Pogram TMMD ke 101 yang dipusatkan di Desa Lenggo kecamatan Bulo ini diantaranya yaitu Baksos khitanan massal.

“Kegiatan bhakti sosial Khitanan massal ini bertujuan membantu masyarakat yang kurang mampu serta menciptakan kesetaraan derajat masyarakat dari ketertinggalan yang ada desa lenggo ini yang menurut informasi dari bidan desa bahwa masih banyak anak-anak di desa ini yang disunnat oleh dukun,” Jelas Letkol Dedi Setia.

Dandim juga mengajak kepada masyarakat Desa lenggo untuk menghindari sunat lewat dukun karena di desa sudah ada bidan desa yang bisa melakukan sunat secara medis dan itu lebih steril.

Sementara itu Kepala Desa Lenggo Andi Rusli Amin mengatakan bahwa masyarakat Desa lenggo sangat terbantu dengan kehadiran TMMD di Desanya karena banyak sekali kegiatan yang sangat membantu masyarakat selain dari kegiatan pembangunan jalan, Duiker, Rumah dinas sekolah bakhan jamban untuk warga salah satunya kegiatan non fisik yaitu sunnatan massal ini.

“Selama ini masih banyak anak-anak di desa ini yang disunnat oleh dukun bukan sama bidan desa dengan alasan kalau sama dukun lebih cepat sembuh dan prosesnya cepat,”
Ia menambahkan bahwa kebiasaan di desa ini juga banyak anak-anak disunnat setelah masuk SMP untuk menghindari pernikahan diusia dini.

“Saya meminta kepada masyarakat agar anak-anaknya jangan terlalu cepat disunnat karena kalau sudah disunnat itu sudah minta menikah walau usianya masih sangat belia, ini juga yang menyebabkan banyak perceraian karena usia mereka belum dewasa untuk menikah,” Ungkap Kades saat ditanyai di lokasi Baksos. (ali/bal)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top