Penanaman Rumah Ikan Pertama di Sulbar, Semua Elemen Ikut Bertanggung Jawab

oleh -101 views

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Pelestarian sumber daya ikan (SDI) diharapkan sinergi dengan semua elemen termasuk masyarakat Pulau Karampuang.

Olehnya itu, Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Kelas II Mamuju bekerja sama dengan Pemkab Mamuju, KPw Bank Indonesia Sulbar, dan Polda Sulbar mencanangkan rumah ikan di Pulau Karampuang, Sabtu 28 April.

Kepala BKIPM Kelas II Mamuju Abd Rohman mengatakan pencanangan rumah ikan di Pulau Karampuang merupakan program prioritas untuk menjaga dan mengembalikan keindahan laut.

“Ini juga dalam rangka memperingati bulan bakti karantina ikan, seiring dengan itu kita juga ingin memberikan contoh kepada masyarakat Karampuang pentingnya menjaga SDI laut dengan tidak merusak rumah-rumah ikan dan menangkapnya dengan alat berbahaya seperti pemboman ikan,” kata Rohman.

Ia menambahkan kegiatan tersebut juga bertujuan menarik para wisata yang berkunjung ke Mamuju dengan melihat keindahan laut yang ada di Pulau Karampuang.

“Kalau ini semua kita jaga bersama-sama, maka SDI kita tidak akan pernah habis meskipun para nelayan kita menangkap ikan. Ini juga kegiatan pertama dilakukan di Sulbar,” tambahnya.

Sedangkan, Kepala Tim KPw BI Sulbar Tri Adi Riyanto mengungkapkan BI sebagai mitra sangat mendukung pencanangan rumah ikan di Pulau Karampuang demi memajukan pertumbuhan ekonomi Sulbar.

“Termasuk dalam menjaga inflasi dengan mengendalikan harga agar tidak mahal untuk masyarakat. Kita akan selalu mendukung demi kemajuan ekonomi kita di Mamuju,” ungkap Tri.

Sementara itu, Wakil Bupati Mamuju Irwan Pababari menuturkan laut Mamuju dulunya sangat dipenuhi bermacam-macam ikan, bahkan selalu ada lumba-lumba dan sekarang semuanya hilang.

“Selain infrastruktur tumbuk karang yang kita perbaiki, kita juga ingin memberdayakan SDI kita agar selalu tumbuh dengan baik,” ucap Irwan.

Selain itu, lanjut Irwan, pemerintah akan selalu memberikan edukasi kepada masyarakat terutama kepada nelayan agar selalu menjaga kelestarian laut.

“Jika ini dijaga maka keberlangsungan penangkapan ikan yang salah satu penghasilan utama masyarakat nelayan bisa seratus tahun kedepan. Kita juga membentuk tim untuk mengawasi aktivitas di laut,” tandasnya. (hab/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *